KABARMADURA.ID | SUMENEP -Hingga tahun 2023 ini, kebutuhan guru di Sumenep masih cukup banyak. Jumlahnya mencapai 1.412 orang. Namun pada tahun yang sama, kuota rekrutmen PPPK tenaga guru masih sangat sedikit, hanya 183 orang.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samieoddin meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep aktif mencari peluang dan relasi dengan pemerintah pusat.
“Sekarang PNS tidak rekrutmen maka maksimal di PPPK, makanya itu harus bersurat dengan pemerintah pusat, agar kondisi ini diketahui,” kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Agus Dwi Saputra mengakui bahwa kebutuhan guru di SD dan SMP di Sumenep mencapai 1.412 orang.
Kekurangan tersebut meliputi guru kelas kurang 778 tenaga, guru pendidikan agama Islam 331 tenaga, dan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) 303 tenaga. Sementara pada tahun 2023 ini, kuota PPPK untuk guru hanya 183 orang.
Tingginya kekurangan guru itu disebabkan banyak guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang sudah purnatugas.
“ASN guru yang pensiun sudah banyak, sehingga berdampak pada jumlah tenaga pendidik berkurang. Kekurangan guru tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, melainkan juga daerah lain untuk guru masih di bawah kebutuhan,” paparnya.
Banyaknya tenaga guru dengan status yang purna tugas atau pensiun menjadi penyebabnya. Sementara, pengangkatan tenaga didik baru oleh pemerintah pusat setiap tahunnya cukup terbatas.
Agus memastikan, untuk pelayanan pendidikan bagi siswa terutama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan sesuai ketentuan, karena masih dibantu guru tidak tetap (GTT) atau honorer.
Sebab, pihaknya tidak memiliki otoritas melakukan pengangkatan PNS dan PPPK untuk memenuhi kebutuhan guru, sehingga kekurangan guru itu nanti bakal dicarikan solusinya.
“Tentu kami terus berupaya untuk pengadaan guru ASN maupun PPPK ke pemerintah pusat agar kebutuhan guru di Sumenep terpenuhi,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





