KABARMADURA.ID | SUMENEP-Memasuki akhir tahun 2023, beberapa proyek yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2023 di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep tidak terserap maksimal. Dari anggaran Rp40 miliar, masih terserap Rp19 miliar.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Ardiansyah Ali Scohibi mengatakan, tidak terserapnya anggaran karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai, sekitar Rp21 miliar.
Namun pada 29 Desember 2023 diyakini bisa mencapai 100 persen, karena saat ini mulai dikerjakan dengan cara dikebut, ada pula yang sudah dikerjakan namun belum ada pencairan, ada yang proses pencairan.
“Hal itu yang membuat anggaran tidak terserap, kalau pengerjaannya sudah dalam proses,” ujarnya (10/12/2023).
Berdasarkan data dari Disdik Sumenep, sebanyak 33 sekolah dasar (SD) dan 3 SMP yang mendapat bantuan renovasi gedungnya tahun ini. Semua anggarannya bersumber dari DAK.
Ardi melanjutkan, bantuan fisik itu , baik berupa rehab ruang kantor, ruang kelas baru (RKB) maupun ruang laboratorium serta lainya. Harapannya, anggaran DAK fisik khusus pendidikan di Kota Keris itu terserap semuanya dikerjakan sehingga dapat terserap maksimal.
“Masih ada sisa waktu sekitar 18 hari,” bebernya.
Semenatara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Titik Suryati melalui Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Ferdiansyah mangakui bahwa anggaran DAK fisik untuk Disdik Sumenep masih terserap sekitar 19 miliar.
“Namun serapan anggaran terus bertambah jika sudah dilakukan pencairan,” ucap pria yang biasa dipanggil Dian itu.
Sementara itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Sami’oeddin mengaku sangat kecewa atas serapan anggaran DAK fisik itu minim, dia menegaskan agar selalu konsisten untuk kemajuan pendidikan.
“Paling tidak serapan anggaran itu sudah 92 persen karena mendekati tutup anggaran 2023,” ucap politisi PKB itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





