KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Keberadaan cabang olahraga (cabor) di Pamekasan cukup membantu dalam penjaringan atlet lokal. Namun, dalam misinya mencetak bibit unggul tidak mudah. Aeromodelling salah satunya. Di awal terbentuk di Pamekasan, aeromodelling dianggap cabor mahal. Sebab banyak peralatan cabor yang harus digunakan. Sehingga berpengaruh terhadap peminat.
Stigma itu awalnya membuat aeromodelling tidak banyak peminat. Namun, lambat laun cabor itu berhasil menarik minat perhatian masyarakat dengan prestasinya. Bahkan, di awal mengikuti kejuaraan daerah (kejurda), perwakilan dari Pamekasan pada tahun 2014 silam berhasil mendapatkan beberapa medali.
“Selain dianggap mahal, aeromodelling ini juga dianggap cuma main pal-kapalan. Tapi sekarang mereka sudah tahu ini adalah cabor profesional. Alhamdulillah, sudah mulai banyak peminat,” terang pelatih Aeromodelling Rudi, Minggu (17/12/2023).
Prestasi aeromodelling terus meningkat, entah di kejuaraan daerah ataupun nasional. Semua itu tidak pernah luput dari sistem latihan yang diterapkan. Terakhir, mereka berhasil mendapatkan empat medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2023.
Terbaru, lanjut Rudi, pihaknya sedang menyiapkan para atlet untuk berlaga pada kejuaraan terbuka nasional pada Maret mendatang. Memang tidak mematok target, namun yakin perolehan medali akan didapatkan. Namun, pihaknya optimistis untuk mendapatkan medali lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Kami tidak menarget, karena itu malah serba salah. Yang penting kami berusaha semaksimal mungkin,” terangnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





