KABARMADURA.ID | PAMEKASAN–Sejak dibuat 2022, layanan Masyarakat Peduli Konsumen Cerdas (Madu Koncer) sejak 2022 hingga sekarang belum di-launching. Kendati begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan kembali mengajukan tambahan anggaran di APBD 2024.
Dalihnya, seperti disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan Ridawati, untuk menunjang keoptimalan layanan tersebut. Jika terpenuhi, inovasi itu akan diluncurkan berupa aplikasi khusus agar mempermudah masyarakat dalam melakukan pengaduan.
Madu Koncer merupakan layanan pengaduan konsumen secara digital. Namun, karena keterbatasan anggaran, sejak awal dibuat, tidak ada pengaduan yang masuk, bahkan sosialisasinya terbatas. Sehingga mengakibatkan minim pengakses.
“Saat ini kami hanya mendapatkan anggaran Rp20 juta setahun. Itu untuk pengawasan makanan di toko-toko, stiker, spanduk, surat perjalanan dinas (SPD), dan lainnya. Jadi untuk dibuatkan aplikasi khusus dan sosialisasi tidak cukup. Tidak bisa disebutkan berapa yang diajukan, tapi setiap tahunnya, kami berusaha untuk ajukan penambahan terus,” terangnya kepada Kabar Madura.
Saat ini, Madu Koncer hanya bisa diakses di laman website Disperindag. Kemudian pilih ikon menu dan klik pengaduan konsumen. Pilih Madu Koncer dan isi pengaduan sesuai dengan petunjuk yang tertera. Seperti email, nama, nomor telepon, alamat, pilih jenis pengaduan, lokasi kejadian, dan sertakan foto atau video.
Rida berharap, pihaknya bisa mendapatkan anggaran tambahan dalam pengawasan produk, agar lebih maksimal dalam realisasinya. Sejauh ini hanya ada satu aduan melalui inovasi tersebut. Sementara aduan lainnya secara manual.
Jika ada aduan, langsung ditindaklanjuti 1×24 jam. Namun, apabila aduannya tidak lengkap, aduan tidak bisa diproses.
“Pengaduan bisa berupa barang kedaluarsa, barang tidak ber-SNI, barang tidak sesuai takaran, dan lainnya,” ungkap Rida.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





