Pendamping Koperasi di Pamekasan Minim, Pembinaan Berdasarkan Berdasar Skala Prioritas

News90 views

KABAR MADURA | Pendamping koperasi di Pamekasan keberadaannya sangat minim. Saat ini hanya ada tiga pendamping yang manaungi ratusan koperasi. Padahal, jumlah koperasi di kota berjuluk Gerbang Salam ini terdapat sekitar 790 koperasi.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Baihaki mengatakan, saat ini belum ada tambahan tenaga pendamping dari provinsi. Sehingga, untuk tahun 2024 jumlah pendamping tetap tiga orang.

“Rekrutmen penyuluh atau pendamping koperasi ini wewenang dari provinsi. Tahun sebelumnya tidak ada, tahun sekarang juga tidak ada,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga:  Diskop UKM dan Naker Pamekasan Siapkan Posko Pengaduan THR 2026

Baihaki menuturkan, minimnya SDM pendamping itu dikarenakan belum ada penambahan tenaga pendamping baru dari provinsi. Bahkan, penambahan tersebut absen sejak beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, proses pendampingan terhadap koperasi tidak mengalami kendala yang cukup signifikan.

“Sudah lama tidak ada rekrutmen, saya lupa sejak tahun berapa, karena ini kontraknya dengan provinsi,” tambah Baihaki.

Sementara itu, pendamping koperasi Farid Hendrik Siswanto mengatakan, untuk menyiasati kurangnya SDM pendamping itu, pihaknya memprioritaskan pendampingan kepada koperasi kurang aktif dan yang sering mengalami problem di sistem pelaporan keuangan koperasi. Pasalnya, masih banyak pengelola yang tidak mengatahui terkait pembukuan pelaporan keuangan koperasi yang sesuai standar.

Baca Juga:  Diskop UKM dan Naker Pamekasan Siapkan Posko Pengaduan THR 2026

Menuruntanya, permasalahan yang kerap kali ditemukan di lapangan adalah masalah permodalan yang tidak mndukung. Sehingga mengakibatkan koperasi kurang aktif. Selain itu, minimnya SDM atau pengelola koperasi itu sendiri. Akibatnya, pengelolaan bermasalah.

“Pendampingannya berupa penyuluhan, perizinan, hingga tahapan membentuk koperasi, karena sasarannya bukan hanya koperasi yang sduah terbentuk, tapi juga kepada orang yang mau mendirikan koperasi. Kami cari, kopoerasi mana yang sangat membutuhkan pendampingan, ya itu yang kita dampingi,” jelasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *