954 Wisudwan Langsung Terima Ijazah, Rektor: Bukti Komitmen IAIN Madura Siapkan Lulusan Berdaya Saing

News, Pendidikan51 views

KABAR MADURA | Sidang terbuka Senat Akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura wisuda sarjana ke 38 dan magister ke 18, Rabu (28/2/2024) dan Kamis (29/2/2024), menjadi yang paling spesial. Pasalnya, 954 wisudawan-wisudawati, langsung membawa pulang ijazah dan transkip nilai. Tentu, hal itu menjadi salah satu upaya IAIN Madura untuk menciptakan lulusan yang siap kerja, serta berpeluang membuka lapangan kerja baru.

Rektor IAIN Madura Saiful Hadi menyampaikan, para lulusan yang sudah diwisuda tentu sudah memiliki bekal keilmuan serta beberapa keterampilan yang dibutuhkan lingkungan kerja. Di samping itu, lulusan IAIN Madura juga memiliki potensi diri yang ditopang berbagai prestasi akademik dan non akademik.

JJS Kabar Madura

Bekal itu menurut Saiful, merupakan salah satu pendukung saat kembali kepada masyarakat. Bahkan, para lulusan diyakini mampu berdaya saing sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki, termasuk dalam menciptakan peluang kerja, apalagi ketika bersaing di dunia industri dan dunia kerja (Iduka).

“Anda (wisudawan, red) dituntut menjadi insan terbaik di masyarakat, insan cendekia yang kompetitif, harus diyakini, ilmu dan  pengalaman yang sudah diperoleh di kampus menjadi pondasi untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, anda jangan menunggu diberi pekerjaan oleh pemerintah, tapi mari berjejaring menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya, Kamis (29/2/2024).

Dia menjelaskan, unsur religius kompetitif dan kolaboratif harus tetap menjadi pijakan dalam berdedikasi kepada masyarakat. Namun hal itu juga perlu dikuatkan dengan dua hal, yakni kompetensi komunikasi yang baik, serta, kompetensi menjadi orang yang mudah menerima kerjasama dengan orang lain dalam hal kebaikan.

“Anda (wisudawan, red) juga wajib meneguhkan instrumen kolaborasi ini dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, alumni IAIN Madura juga harus menguatkan semangat moderasi beragama di tengah masyarakat, sebab keutuhan bangsa bisa terus kokoh ketika masyarakat terus menghargai perbedaan di tengah kemajemukan. Tentu para lulusan IAIN Madura harus berada di garda terdepan.

“Penting hari ini melalui kampus dan para alumni menyebarkan ideologi keislaman yang meneduhkan, yang jauh dari hal-hal yang radikal,” ujarnya.

Mantan aktivis PMII itu mengungkapkan rasa terimakasih kepada para orang tua yang selama ini sudah mempercayakan putra-putrinya kepada IAIN Madura sebagai kampus pilihan untuk mengasah berbagai keilmuan sesuai dengan bidang yang diminati.

“Menjadi insan cendikia yang relatif melekat dengan dinamika kebutuhan hidup secara ilahiyah, tuntutan anda adalah bagaimana setiap saat untuk selalu menyempurnakan, selalu memperbaiki hubungan ilahiyah yang berkarakter sebagai unsur utama orang-orang muslim yang beriman dan betaqwa,” terangnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *