Pertumbuhan Ekonomi Pamekasan Tumbuh Perlahan

News234 views

KABAR MADURA | Pertumbuhan ekonomi 2023 di Pamekasan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022. Diketahui, berdasarkan produk domestic regional bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi 2023 berada di angka 4,96 persen atau mencapai Rp20.881,25 miliar . Sementara pada 2022 hanya 4,66 persen. 

Namun, pertumbuhan ekonomi pada 2023 masih cukup jomplang jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, seperti pada 2018 yang mencapai 5,46 persen. 

Menurut Ketua Tim Neraca Regional dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Ahmad Muhaimin, saat ini masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi Covid-19. Sehingga, pertumbuhan ekonomi peningkatannya secara perlahan. 

“Di Pamekasan, pertumbuhannya melebihi di atas Jawa Timur. Kalau sebelum-sebelumnya tidak sampai,” ujarnya, Kamis (7/3/2024). 

Dia menjelaskan, struktur perekonomian di Pamekasan didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 31,69 persen. Kemudian perdagangan besar dan eceran, seperti reparasi mobil dan motor 21,43 persen. Sementara konstruksi 10,42 persen dan industri pengolahan 7,43 persen.

Baca Juga:  Ekonomi Pamekasan Tumbuh 5,47 Persen, Bupati Tekankan RKPD 2027 Selaras Kebijakan Nasional

“Untuk pengumpulan datanya, kami memiliki data primer dan sekunder,” tambahnya. 

Sementara itu, praktisi ekonomi, Doqi Dhofiri menilai, pemulihan  perekonomian setelah Covid-19 memang butuh waktu. Sehingga, diperlukan dorongan yang lebih masif dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk terus meningkatkan laju perekonomian setiap tahun.

Menurutnya, selain harus bisa memberikan peluang kerja bagi masyarakat, Pemkab Pamekasan juga harus dapat menciptakan kemandirian ekonomi di masing-masing individu. Terlebih, dengan adanya sistem digitalisasi seperti saat ini, yang notabene bisa memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat. Seperti berwirausaha melalui beberapa platform media atau marketplace

Baca Juga:  BPS Pamekasan Mulai Sensus Ekonomi 2026, Petugas Akan Datangi Rumah Warga

Namun, lanjut dosen Ekonomi Syariah itu, pemerintah juga perlu memberikan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi di masing-masing individu. 

“Meski mengalami peningkatan, pertumbuhannya masih dibilang tidak stabil. Jadi, peran pemerintah tidak hanya memberikan loker saja, melainkan juga harus mengawal masyarakat untuk menciptakan kemandirian ekonominya, terlebih di masa-masa digitalisasi sekarang. Banyak yang berwirausaha melalui sistem digital, tapi itu harus dikontrol juga karena masih banyak yang awam,” papar pria asal Kecamatan Kadur tersebut. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *