KABAR MADURA | Ketersediaan TPS3R masih terbilang minim. Setelah dipastikan tahun ini tidak ada pembangunan baru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan memproyeksikan pembangunan TPS3R di tiga kecamatan untuk tahun 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana DLH Pamekasan Moch. Sjafii mengatakan, realisasi TPS3R masih mencapai 21 pembangunan yang tersebar di tujuh kecamatan. Capaian tersebut memang masih terbilang minim apabila berpatokan pada jumlah desa.
Namun, menurut pria yang akrab disapa Mamad itu, instansinya kini menarget pembangunan TPS3R minimalnya bisa terealisasi di setiap kecamatan. Pasalnya, dalam proses pembangunannya memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Patokan kami per kecamatan, minimalnya. Makanya, untuk tahun depan kami proyeksikan di tiga kecamatan, untuk lokasi desanya masih belum pasti. Yang jelas sudah ada pengajuan di tiga kecamatan,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Rabu (27/3/2024).
Tiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Batumarmar, Pegantenan, dan Kecamatan Pasean. Sementara untuk kuota masing-masing kecamatan masih belum diketahui jumlah pembangunannya. Namun yang pasti, untuk tahun 2025 alokasi anggarannya lebih besar dari tahun 2023, yakni dari Rp600 juta menjadi Rp650 juta hingga Rp700 juta.
Hal tersebut dikarenakan ukuran TPS3R yang dibangun lebih luas dari sebelumnya. Selain itu, juga mencakup sarana dan prasarana (sarpras) persampahan yang dibutuhkan di TPS3R, seperti mesin pencacah, pengadaan roda tiga, dan sarpras persampahan lainnya.
“Di tiga kecamatan itu nanti akan dipilih lokasinya, desa mana yang sangat perlu penanganan sampah. Tentunya, dengan kesiapan pengelola di desanya juga,” jelasnya.
Untuk diketahui, pembangunan TPS3R yang terbaru, hanya terealisasi di dua kecamatan, yakni di Desa Pagendingan Kecamatan Galis dan Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





