Selama Libur Lebaran 2024, Disporapar Pamekasan Tidak Bentuk Petugas Siaga Wisata

News80 views

KABAR MADURA | Selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan tidak mendirikan posko siaga atau pengamanan wisatawan.

Diketahui, ada tiga destinasi wisata yang saat ini berada di bawah naungan Disporapar Pamekasan, yaitu Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan; Ekowisata Mangrove, Desa Lembung, Kecamatan Galis; dan Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahri mengungkapkan, pihaknya tidak mendirikan posko dan petugas khusus  pengamanan wisatawan karena sudah melakukan imbauan kepada pengelola yang dilakukan sebelum hari lebaran. Imbauan itu berupa pemberitahuan serta peringatan kepada pengelola supaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan para pengunjung, serta beberapa himbauan lainnya.

Pihaknya juga meyakini bahwa pihak pengelola wisata bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya berhati-hati dalam melakukan aktivitas wisata apapun.

Baca Juga:  Ekowisata Mangrove Pamekasan Makan Korban, Ternyata Sudah Tidak Kebagian Anggaran Pemeliharaan

“Kami sudah lakukan imbauan sebelum Hari Raya Idulfitri, dan kami yakin dapat mencegah terjadinya kendala apapun,” ungkapnya, Selasa (16/4/2024).

Meski tidak ada posko siaga, kata Zahri, banyak pihak yang telah dilibatkan dalam melakukan penertiban dan pengawasan di sekitar wisata, di antaranya TNI-Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Selain itu, dia menyebut, pihaknya telah meminta para pengelola wisata agar terus berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ada kendala ataupun bencana, baik bencana alam maupun bencana lainnya.

Sedangkan untuk bantuan kesehatan, Zahri menegaskan, akan dihadirkan ke lokasi wisata  apabila ada permohonan dari pihak pengelola. Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima laporan dari pihak wisata, baik wisata yang di bawah naungan Disporapar maupun yang dikelola mandiri.

“Banyak yang sudah kami lakukan dalam melakukan pengawasan di wisata, termasuk dengan TNI dan Polres,” katanya.

Baca Juga:  Sengketa Pengelolaan, Api Tak Kunjung Padam Pamekasan Kian Tidak Terawat

Zahri menyebut, Disporapar Pamekasan juga sudah melakukan pemetaan lokasi wisata yang berpotensi terjadi bencana, yakni wisata Bukit Kehi dan Puncak Ratu Pamekasan.

“Semua wisata berpotensi adanya bencana, seperti angin puting beliung yang mungkin terjadi di wisata pantai, dan longsor bagi wisata yang berada di ketinggian,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengutarakan, jika sekiranya koordinasi dengan beberapa pihak terkait dapat menangani hal-hal yang tidak diinginkan secara cepat, maka tidak jadi persoalan. Namun, perlu digaris bawahi bahwa penanganan bencana perlu disegerakan.

Ke depan, dia berharap agar pemerintah dapat menjalin hubungan baik dengan pengelola wisata dan tim pengamanan lainnya.

“Jika dengan cara itu dapat menangani bencana dengan cepat, maka tidak jadi masalah,” katanya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *