KABAR MADURA | Mendaftar sebagai calon bupati (cabup) ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, KH Unais Ali Hisyam tidak menghendaki koalisi semangka terjadi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep tahun 2024 ini.
Mantan ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) DPC PKB Sumenep itu menjelaskan, maksud dari koalisi semangka itu adalah antara PKB dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang pernah terjadi di Pilkada Sumenep tahun 2015 lalu.
“Tetapi waktu itu bukan PKB yang mengekor, karena calon dari PKB yang menjadi cabup dan calon wakil bupati (cawabup) dari PDI Perjuangan itu boleh,” kata dia.
Pria yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu menganggap PKB merupakan partai besar. Selain itu di Sumenep ini masih sangat berpengaruh.
Jika berkoalisi dan kader PKB posisinya hanya sebagai cawabup, maka itu sangat disayangkan. Apalagi hingga saat ini hanya ada beberapa kader PKB yang mendaftarkan diri sebagai cabup, artinya itu bisa dipilih yang sekiranya mampu untuk bertarung dengan petahana.
“Lebih baik bertarung saja, apalagi kekuatan PKB di Sumenep ini tidak diragukan lagi,” imbuh Kiai Unais.
Disinggung soal rekomendasi, politisi senior itu kali ini begitu yakin, sebab dirinya sudah berkomunikasi baik dengan internal PKB, baik di tingkat daerah sampai pusat. Sehingga sangat optimis dirinya kali ini bisa lolos.
“Sesama kader PKB Sumenep sendiri yang sama-sama mendaftar cabup sepakat saling mendukung jika saya mendapat rekom nanti,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Desk Pilkada DPC PKB Sumenep Syaiful A’la menyampaikan, hanya ada tiga orang yang mendaftar sebagai cabup ke partainya. Dua merupakan kader sendiri, satu merupakan dari partai lain.
“Kalau rekomendasi bukan wilayahnya kami, kami hanya menerima pendaftaran saja,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





