Temukan Lima Kasus Difteri, Dinkes Pamekasan Masifkan Realisasi Imunisasi dan Pola Hidup Sehat Terjaga

News92 views

KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat saat ini ada lima temuan virus difteri yang menjangkit masyarakat Kota Gerbang Salam, utamanya anak-anak. Sebagai langkah penanganan, dinkes setempat memasifkan imunisasi. 

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifuddin mengatakan, melalui imunisasi tersebut bisa membuat antibodi semakin kuat, sehingga mampu mencegah penyebaran bakteri yang terkandung dalam virus difteri tersebut. 

“Virus difteri ini menyerang semua kalangan, paling rawan ke anak-anak. Penularannya sangat cepat,” tuturnya, Rabu (26/6/2024). 

Menurutnya, diperlukan kerja sama dengan semua pihak untuk mengentaskan penyebaran virus tersebut, mulai dari tingkat desa, pemerintah daerah, dan lainnya. Dikatakan Saifudin, sebagai upaya pencegahan, instansinya mengoptimalkan langkah promotif, preventif, dan edukatif di setiap desa mengenai kesehatan. Salah satunya, mengimbau melakukan imunisasi terhadap anak sejak usia dini. 

Baca Juga:  Viral Penolakan Ambulans Antar Jenazah Bayi, Kadinkes Pamekasan Beri Penjelasan

Saifuddin tidak menampik bahwa realisasi imunisasi di Pamekasan masih kurang maksimal. Hal itu dikarenakan masih banyak pemahaman yang salah terkait imunisasi, seperti pemahaman tentang peruntukan imunisasi. Padahal, menurutnya, dengan imunisasi tidak hanya mampu mencegah virus difteri, namun juga bisa mencegah peredaran virus lainnya yang bisa menyerang tubuh. 

JJS Kabar Madura

“Difteri itu disebabkan oleh kuman. Gejalanya, mulai dari batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Ketika diperiksa, terdapat bercak putih,” tambahnya. 

Baca Juga:  Triwulan Pertama 2026, Tren Kasus Campak di Pamekasan Menurun

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat umum untuk memastikan makanan yang bergizi terpenuhi. Fungsinya, untuk membuat kekebalan tubuh semakin kuat. Dengan begitu, antibodi yang dimiliki menjadi benteng dari virus.  

“Pasien yang terkena Difteri ini, berpotensi akan terkena lagi. Jadi antibodinya harus kuat,” tutupnya. 

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *