LPM Authentic UNIBA Madura Kaji Solusi Kekerasan pada Anak dan Perempuan

News52 views

KABAR MADURA | Dilatarbelakangi maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sumenep, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Authentic beserta civitas akademika Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar forum group discussion (FGD).

Ketua Pelaksana Bagas Normahendra menyampaikan, FGD dengan tema “Bersama Melindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan dan Pelecehan” memang digelar karena maraknya kasus pelecehan, pencabulan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dan pelakunya selama ini ada yang dari oknum guru, bahkan ada yang guru ngaji yang menjadi pelaku, nah dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat meminimalisir kejadian tidak bermoral itu,” kata dia.

Baca Juga:  KBM UNIBA Madura Tetap Lancar Meski Jadi Lokasi Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD Sumenep

Kegiatan yang mendatangkan narasumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Satgas PPKS, kapolres Sumenep, kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Dewan Pendidikan Sumenep dan kepala LPAI Sumenep itu, agar semua elemen memberikan pencerahan-pencerahan.

Terutama pada para peserta diskusi yang melibatkan para mahasiswa di kampus dengan tagline Tera’ Ta’ Adhamar itu, harapannya, setelah selesai FGD ada rekomendasi yang disepakati.

“Yakini bersama-sama bertanggung jawab, mengawasi, mengawal seluruh bentuk kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak baik itu di lingkungan pendidikan dan atau di luar lingkungan pendidikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Najiatun, Dosen UNIBA Madura Raih Hibah Nasional lewat Riset Virtual Reality Marketing

LPM Authentic juga akan bekerja sama untuk menjembatani seluruh pengawalan bersama pihak-pihak terkait, yang dalam acara FGD itu turut diundang instansi, lembaga, dan organisasi terkait. Sehingga mampu menjadi solusi dan menjawab semua pertanyaan, tantangan, rintangan, dan sebagainya.

“Tentunya dengan kajian dan penalaran akademis. Sehingga dalam pencegahan maupun penyelesaian kebersamaan menjaga perempuan dan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual secara maksimal,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *