LPM Authentic UNIBA Madura Kaji Solusi Kekerasan pada Anak dan Perempuan

News56 views

KABAR MADURA | Dilatarbelakangi maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sumenep, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Authentic beserta civitas akademika Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menggelar forum group discussion (FGD).

Ketua Pelaksana Bagas Normahendra menyampaikan, FGD dengan tema “Bersama Melindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan dan Pelecehan” memang digelar karena maraknya kasus pelecehan, pencabulan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dan pelakunya selama ini ada yang dari oknum guru, bahkan ada yang guru ngaji yang menjadi pelaku, nah dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat meminimalisir kejadian tidak bermoral itu,” kata dia.

Kegiatan yang mendatangkan narasumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Satgas PPKS, kapolres Sumenep, kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Dewan Pendidikan Sumenep dan kepala LPAI Sumenep itu, agar semua elemen memberikan pencerahan-pencerahan.

Baca Juga:  Hidupkan Dialog Interaktif, PMII UNIBA Madura Bahas Ancaman Lingkungan dan Tata Kelola Sumenep

Terutama pada para peserta diskusi yang melibatkan para mahasiswa di kampus dengan tagline Tera’ Ta’ Adhamar itu, harapannya, setelah selesai FGD ada rekomendasi yang disepakati.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Yakini bersama-sama bertanggung jawab, mengawasi, mengawal seluruh bentuk kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak baik itu di lingkungan pendidikan dan atau di luar lingkungan pendidikan,” imbuhnya.

LPM Authentic juga akan bekerja sama untuk menjembatani seluruh pengawalan bersama pihak-pihak terkait, yang dalam acara FGD itu turut diundang instansi, lembaga, dan organisasi terkait. Sehingga mampu menjadi solusi dan menjawab semua pertanyaan, tantangan, rintangan, dan sebagainya.

Baca Juga:  UNIBA Madura Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Perencanaan Tata Ruang Adaptif

“Tentunya dengan kajian dan penalaran akademis. Sehingga dalam pencegahan maupun penyelesaian kebersamaan menjaga perempuan dan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual secara maksimal,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *