KABAR MADURA | Ketiadaan sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di lima desa saat ini terus menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Nurus Salam. Dia kembali mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) teknis agar secepatnya mengambil langkah,
Langkah yang dimaksud, apakah akan dibangun sekolah baru atau tidak. Terlebih, sudah sebulan belum ada kabar dari OPD teknis yang sebelumnya akan mengkaji kondisi itu. Nurus Salam menekankan agar hal itu tidak berlarut hingga lama,
”Jangan lambat dalam melakukan proses kajian, ini masalah serius yang perlu segera disikapi,” katanya, Selasa (9/7/2024).
Berdasarkan data Disdik Sumenep, kekosongan SD itu berada di Desa Tengedan Kecamatan Batuputih, Desa Mandala Kecamatan Gapura, Desa Rombiya Barat Kecamatan Ganding, Desa Kambingan Barat Kecamatan Lenteng, dan Desa Tarogan Kecamatan Lenteng.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengatakan bahwa akan melakukan evaluasi atau kajian tentang 5 desa yang saat ini tidak ada SD-nya, namun sampai saat ini tidak ada hasil.
Menurutnya, kajian itu memang butuh waktu yang lama dan membutuhkan proses yang panjang, sehingga nantinya hasilnya tidak asal-asalan.
”Bagi siapa saja yang seolah butuh cepat maka mohon dibantu. Kan butuh dikaji lebih lanjut, bukan serta merta langsung jadi,” ucap Ardi.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





