Bukan Gertakan, Kader Demokrat Sumenep Pastikan Datangi Mahkamah Partai Laporkan Ketua DPC

Politik212 views

KABAR MADURA | Ancaman kader Partai Demokrat Sumenep untuk melaporkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumenep Indra Wahyudi ke mahkamah partai, ternyata bukan hanya gertakan.

Achmad Jazuli dan H. Masdawi beserta sejumlah kader lainnya sudah menjadwalkan diri akan mendatangi mahkamah partai pada Senin (26/8/2024). Mereka akan melaporkan ketua DPC Partai Demokrat Sumenep atas sejumlah tindakan yang membuat internal partai tidak kondusif.

Menurut Achmad Jazuli, polemik di internal Partai Demokrat Sumenep saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebab, marwah partai jadi taruhannya.

“Senin depan, kami akan berangkat untuk datang ke mahkamah partai,” ujarnya, Sabtu (24/8/2024).

Kata Jazuli, laporan dilayangkan setelah sejumlah kader bersepakat, terutama kader partai yang saat duduk di kursi legislatif. Pihaknya sudah cukup bersabar menghadapi situasi yang terjadi. Misal, dirinya yang terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD Sumenep, tidak pernah diajak berkoordinasi.

JJS Kabar Madura

“Padahal kami juga berdarah-darah membesarkan nama partai. Malah yang terjadi, ada kesan diadu domba sana-sini,” ungkapnya.

H. Masdawi juga bersepakat untuk melaporkan ketua DPC Partai Demokrat ke mahkamah partai. Menurut dia, kondisi Partai Demokrat Sumenep sudah sangat memprihatikan.

“Saat ini teman-teman sangat kompak. Ini menjadi semangat kami untuk memperbaiki kondisi yang kami anggap tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Mengenai laporan ke kepolisian soal dugaan pencatutan tanda tangan, tambah H. Masdawi, pihaknya masih menunggu setelah laporan ke mahkamah partai selesai.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Indra Wahyudi menegaskan bahwa di internal Partai Demokrat Sumenep tidak ada persoalan. Dia mengungkapkan, persoalan yang mencuat saat ini sudah selesai saat sama-sama berada di DPP Demokrat.

Apabila masih ada hal-hal yang tidak baik dan isu-isu yang memojokkan, menurut Indra, itu ulah oknum.

“Iya kan sudah selesai di DPP kemarin, kami memang sudah bersalaman,” tuturnya.

Sebelumnya, polemik di tubuh Partai Demokrat Sumenep kian memanas. Dugaan pemalsuan tanda tangan sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep menjadi salah satu alasan kader partai berlambang mercy itu untuk bertindak. Meskipun, ketua DPC Partai Demokrat Sumenep mengaku bahwa tanda tangan itu menggunakan yang sudah di-scan untuk kebutuhan mendesak.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *