KABAR MADURA | Bursa pencalonan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep memanas. Dua nama kandidat, yakni Rasidi dan Dulsiam, menjadi sorotan publik lantaran belum tercatat menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode 2025.
Padahal, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan batas akhir pelaporan LHKPN pada 31 Maret 2026. Keterlambatan ini memicu pertanyaan terkait komitmen transparansi para kandidat yang tengah berebut posisi strategis di internal partai.
Berdasarkan data terakhir, Rasidi tercatat melaporkan kekayaannya pada 30 Juni 2025 untuk periode 2024 dengan total Rp3,07 miliar. Sementara itu, Dulsiam terakhir melaporkan LHKPN pada 6 Februari 2025 untuk periode yang sama dengan total kekayaan bersih mencapai Rp4,72 miliar.
Menanggapi sorotan tersebut, Rasidi angkat bicara. Dia mengklaim telah memenuhi kewajiban pelaporan LHKPN untuk periode 2025, meskipun belum tercantum dalam sistem publik.
“Saya sudah melaporkan LHKPN sesuai ketentuan. Mungkin masih dalam proses verifikasi atau belum ter-update di sistem,” ujarnya.
Namun berbeda dengan Rasidi, hingga berita ini diturunkan, Dulsiam belum memberikan keterangan resmi terkait belum tercatatnya laporan LHKPN periode 2025 atas namanya. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum membuahkan hasil.
Dinamika ini mencuat di tengah proses pemilihan ketua DPC PKB Sumenep yang berlangsung melalui Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel C1, Minggu (5/4/2026). Dari forum tersebut, muncul sembilan nama kandidat yang akan bersaing memperebutkan kursi ketua.
Lima nama merupakan hasil penjaringan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yakni Nur Faizin, Rasidi, M. Muhri, Syaiful A’la, dan KH. MK. Ersyad. Sementara empat nama lainnya diusulkan oleh pimpinan anak cabang (PAC), yakni Dulsiam, H. Hamid Ali Munir, Abu Hasan, serta Fifi Sofiati Afifiyah.
Seluruh kandidat selanjutnya akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dijadwalkan oleh DPP PKB sebagai penentu arah kepemimpinan partai ke depan.
Di sisi lain, ketua DPC PKB Sumenep saat ini, Imam Hasyim, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh partai. (ara/waw)





