KABAR MADURA | Menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite, utamanya solar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak dapat berbuat banyak, namun sudah melakukan pelaporan ke pihak pertamina.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menyampaikan bahwa pihaknya masih belum bisa berbuat banyak, artinya, masih menunggu rekomendasi dari pertamina.
“Kami sudah melakukan pelaporan ke pihak terkait mengenai kelangkaan bio solar, karena penyebabnya karena kurang wajar,” kata dia.
Pria yang saat ini juga menjadi Plt camat Dungkek itu mengutarakan, persoalan yang menjadi salah satu sebab adanya kelangkaan BBM jenis solar, utamanya disebabkan mayoritas SPBU melakukan penjualan yang berlebihan.
Mereka melakukan penjualan terhadap pembelian menggunakan jeriken, sehingga itu yang menjadi bahan utama pelaporan kepada pihak Pertamina selaku penanggung jawab dalam menertibkan praktik penjualan tidak sehat itu.
“Kami laporkan terkait penjualan menggunakan jeriken, kami menunggu rekomendasi dari pihak Pertamina nantinya,” imbuhnya.
Sebab, penjualan berlebihan berakibat pada kuota yang kian menipis, meski pihaknya sempat mewacanakan untuk menambah kuota solar dan pertalite. Tetapi secara detail, pihaknya masih belum tahu pasti terhadap realisasi pembelian BBM tersebut.
Adapun rata-rata konsumsi pertalite per bulan ini biasanya sudah di atas angka 70 persen. Dengan rata-rata kuota solar 34.073 KL, dan untuk pertalite kuotanya sekitar 52.368 KL.
“Secara pasti realisasinya masih belum kami update per hari ini,” pungkasnya. (ara/waw)





