KABAR MADURA | Langkah berani diambil Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dengan menerapkan kebijakan work from home bagi aparatur sipil negara atau WFH ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Kebijakan ini tak sekadar soal fleksibilitas kerja, tetapi menjadi strategi nyata menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya kebutuhan energi.
WFH diberlakukan dua kali dalam sepekan. Tujuannya untuk mengurangi mobilitas harian ASN tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik. Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan dinas dan rutinitas kantor, konsumsi BBM diharapkan ikut ditekan secara signifikan.
Tak berhenti pada WFH, Pemkab Sumenep juga mendorong perubahan gaya hidup ASN. Bagi pegawai yang memiliki jarak tempuh kurang dari 5 kilometer, dianjurkan meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Sebagai gantinya, ASN didorong menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda kayuh, sepeda listrik, becak, hingga kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi yang lebih hemat energi dan berkelanjutan di Sumenep.
Bupati Fauzi menegaskan, kebijakan ini bukan hanya soal efisiensi anggaran dan energi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk lingkungan.
“Ini bukan hanya soal penghematan energi, tapi juga upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup,” tegasnya.
Melalui kombinasi WFH dan penggunaan transportasi alternatif, Pemkab Sumenep menargetkan sejumlah dampak positif, yakni mengurangi konsumsi BBM dan emisi kendaraan.
“Jika berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Sumenep menjadi pelopor daerah dengan sistem kerja modern yang selaras dengan isu energi dan keberlanjutan,” pungkasnya. (ara/waw)





