KABAR MADURA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan tahun ini mendapatkan jatah revitalisasi Pasar Keppo dari pemerintah pusat. Pengerjaannya dimulai sejak Oktober 2024 lalu. Saat ini pengerjaan revitalisasi pasar itu dikebut, yakni dengan memberlakukan penambahan jam kerja atau lembur hingga malam.
Kepala Disperindag Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, penambahan jam kerja itu untuk mempercepat proses pengerjaan. Sementara target pengerjaan berakhir pertengahan Desember.
“Biasanya dari pukul tujuh pagi sampai empat sore. Sekarang sampai malam, sekitar jam 21.00 ke jam 22.00. Tidak ada pergeseran deadline pengerjaan, target akhir tetap di pertengahan Desember. Itu untuk mempercepat proses pengerjaan saja,” ungkapnya saat ditanya alasan pekerja dilemburkan, Kamis (21/11/2024).
Tidak hanya menambah jam kerja, kata Basri, pihak pelaksana juga menambah jumlah pekerja dan alat. Hal itu dilakukan agar pengerjaan revitalisasi Pasar Keppo optimal. Awalnya, terdapat 16 pekerja, kemudian ada penambahan pekerja hingga menjadi 22 pekerja.
Basri menyebut, proyek revitalisasi yang dianggarkan Rp2,8 miliar itu menyasar 25 kios dan sekitar 400-an los yang dilakukan perbaikan. “Untuk progres pembangunannya, belum ada laporan terbaru dari pelaksana,” terangnya.
Diketahui, meski dilakukan perbaikan di sejumlah kios dan los, aktivitas jual beli di Pasar Keppo tetap aktif. Sebab, pihaknya menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang.
“Berharap tahun depan ada satu lagi pasar yang mendapatkan anggaran dari pusat,” tukasnya. (nur/zul)





