Perjalanan Caretaker Madura United Rakhmad Basuki, Sempat Ditentang Keluarga hingga Kantongi Lisensi A Kepelatihan

News189 views

KABAR MADURA | Pengunduran diri Paulo Menezes sebagai pelatih Madura United memberikan tanggung jawab yang berat bagi Rakhmad Basuki. Pasalnya, ia kembali didapuk sebagai caretaker Madura United untuk keempat kalinya. Meski begitu, pria kelahiran 11 Januari 1976 itu berkomitmen untuk membawa pasukan Laskar Sape Kerrab ke zona yang lebih positif, utamanya pada laga melawan Bali United, Jumat (20/12/2024).

PAMEKASAN, SAFIRA NUR LAILY

Pria yang akrab disapa Coach RB itu mengaku, awal mula terjun ke dunia sepak bola, dirinya mendapat pertentangan dari keluarganya. Namun, ia berhasil meyakinkan keluarga hingga mendapat dukungan penuh. Buktinya, ia telah mendapat lisensi A kepelatihan pada tahun 2022.

Baca Juga:  Akar Masalah Madura United di Zona Degradasi: Stabil di Internal, Goyah di Taktik

Awalnya, Coach RB mendapat lisensi D Nasional pada tahun 2011. Dua tahun kemudian lisensi C Nasional, yakni pada tahun 2013. Kemudian lisensi C AFC pada tahun 2018 dan lisensi B Diploma pada tahun 2020.

“Awal mula di Madura United aktif di Elite Pro Academy. Kebetulan sejak kecil memang sudah suka bola,” terang Pelatih Kepala Madura United U19 tahun 2018 itu, Kamis (19/12/2024).

Pria yang kini tinggal di Jalan Teja 68 Pamekasan itu bercerita, meski tidak ada tuntutan dari manajemen, pihaknya memiliki beban dan tanggung jawab besar untuk meningkatkan performa Madura United di setiap pertandingan sebagai caretaker. Sebab, Coach RB tidak ingin mengecewakan semua pihak, baik manajemen, suporter, ataupun masyarakat Madura secara umum.

Baca Juga:  Madura United Tumbangkan Bali United 2-0, Geser Persijap dan Jauhi Zona Degradasi

Pada laga melawan Bali United nanti, ia akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain, agar bisa tampil dengan maksimal. Sebab, menurutnya, masih ada peluang untuk bangkit. Pada musim sebelumnya, Coach RB berhasil membawa Madura United ke final.

“Tidak mudah membawa tim ke final. Orang-orang saat itu menganggap masih banyak yang lebih bagus dari tim ini. Tapi kami bisa hingga ke final saat itu,” tutup Asisten Pelatih Madura United Liga 1 tahun 2022 itu. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *