IBS PKMKK Tingkatkan Jiwa Wirausaha Santri melalui Budi Daya Ayam dengan Nilai-nilai Uluhiyah

Pendidikan66 views

KABAR MADURA | Islamic Boarding SchoolPadepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan jiwa wira usaha para santrinya dengan tetap berlandaskan nilai-nilai uluhiyah.

Pesantren yang terletak di Desa Lancar, Pamekasan, ini meluncurkan program Bibit Budaya Jenis Ayam. Hal tersebut sebagai upaya strategis untuk memperkenalkan dunia peternakan dan menanamkan kesadaran bahwa setiap usaha merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Melalui program ini, IBS PKMKK kini memiliki fasilitas kandang ternak yang menampung delapan jenis ayam unggul, di antaranya: Ayam Buras, Ayam Birma, Ayam KUB, Ayam Kalkun, Ayam Ketawa, Ayam Kate, Ayam Bangkok, dan Ayam Petelur. Semua ayam yang sudah berkembang biak tersebut adalah pemberian dari walisantri IBS PKMKK sebagai bentuk kepercayaan dan amal jariyah yang diharapkan mendatangkan keberkahan.

Di bawah bimbingan guru Biologi dan Fisika, para santri tidak hanya belajar tentang teknik peternakan, tetapi juga diajarkan untuk memahami bahwa merawat makhluk ciptaan Allah adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Mereka belajar tentang jenis makanan ayam, mengenali jenis kotoran, serta memanfaatkannya sebagai pupuk organik untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Aktivitas ini diajarkan sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT dan sebagai ibadah dalam menjaga lingkungan.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teori tetapi juga pengalaman praktis dalam merawat dan mengelola peternakan ayam dengan penuh kesadaran bahwa setiap usaha dan hasilnya datang dari Allah SWT (La hawla wa la quwwatailla billah). Para santri terlibat langsung dalam setiap tahap peternakan, mulai dari pemeliharaan hingga pemanfaatan hasilnya, sambil diajarkan pentingnya kejujuran, amanah, dan tawakal dalam setiap usaha.

Selain itu, para santri juga diajarkan untuk memandang usaha peternakan ini sebagai bagian dari ibadah. Mengelola sumber daya alam dengan cara yang ramah lingkungan, seperti memanfaatkan kotoran ayam untuk pupuk organik, dianggap sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap alam sebagai ciptaan Allah SWT (Rahmatan lil ‘Alamin). Nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial ini ditanamkan sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah.

Baca Juga:  Sinergi Polri dan Kementan, Kapolres Pamekasan Pimpin Panen Jagung Serentak di Palengaan

Hasil dari peternakan ini tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi santri tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkenalkan kewirausahaan berbasis peternakan yang berlandaskan prinsip halal dan thayyib. IBS PKMKK berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa segala aktivitas ekonomi harus dijalankan dengan etika Islam, seperti kejujuran dalam berdagang dan keberkahan dalam usaha.

Dengan adanya program ini, IBS PKMKK membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk pendidikan spiritual, tetapi juga wadah untuk membentuk santri yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kesadaran bahwa setiap aktivitas mereka adalah bagian dari pengabdian kepada Allah SWT. Program Bibit Budaya Jenis Ayam diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam memberikan pendidikan yang holistik dan bernilai uluhiyah kepada generasi muda Islam.

Semoga program ini senantiasa diberkahi Allah SWT dan memberikan manfaat yang luas bagi umat serta menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *