KABAR MADURA | Meski pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) sudah dimulai, dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan belum dicairkan. Dana hibah jatah di tahun 2025 senilai Rp2 miliar itu sudah diusulkan pencairannya sebesar Rp1 miliar, karena harus dicairkan dalam dua termin.
Ketua KONI Pamekasan Djohan Susanto mengaku sudah mengajukan pencairan pada Januari lalu. Anggaran tersebut akan diproyeksikan untuk kegiatan puslatkab, yang akan dimulai dari Februari sampai Juni 2025. Puslatkab tersebut sebagai persiapan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada Juli 2025.
Anggaran tersebut, kata Djohan, sebenarnya sangatlah tidak cukup, tetapi harus dimaklumi. Namun hibah tersebut diharapkan bisa membantu pembiayaan untuk mengikuti porprov mendatang. Dia juga berharap tidak terdampak rencana efisiensi anggaran Pemkab Pamekasan.
“Kalau hibahnya hanya segitu ya harus dicukup-cukupkan, kami maksimalkan. Seumpama ditambah, otomatis kami bisa berbuat lebih,” kata Djohan, Rabu (5/2/2025).
Dengan jumlah anggaran yang ada, KONI Pamekasan juga berhitung ulang. Atlet yang akan dikirim ke porprov akan disesuaikan dengan jumlah anggaran yang ada. Bahkan, jumlah atlet yang mengikuti puslatkan juga akan disesuaikan dengan besaran anggaran yang ada.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Fathorrachman membenarkan bahwa ada pengajuan pencairan dana hibah dari KONI Pamekasan, tetapi dia butuh waktu untuk memproses pencairannya.
“Tunggu info,” singkatnya.
Sebelumnya, KONI sudah memproyeksikan pulsatkab menjadi dua tahap. Pada tahap pertama akan menyiapkan 48 atlet dari 15 cabang olahraga (cabor). Atlet dan cabor yang disiapkan adalah peraih medali di Porprov Jatim VIII 2023 lalu.
Sedangkan pada puskatkab tahap kedua adalah atlet yang diusulkan setiap cabor. Pengusulan itu berdasarkan prestasi atlet, salah satunya mampu menjuarai di kejuaraan provinsi (kejurprov). Rencananya akan dipasang target 70 atlet tambahan. Namun, hal itu bergantung dengan ketersediaan anggaran.
Untuk pembiayaan puslatkab, alokasi anggarannya Rp1 miliar. Rinciannya, pada tahap pertama dialokasikan Rp700 juta. Dialokasikan untuk pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) latihan, transportasi atlet dan pelatih, vitamin, try out, dan lain sebagainya.
Sementara pada tahap kedua, dialokasikan Rp300 juta, karena akan dimulai dari April atau Mei mendatang. (rul/nur/waw)





