KABAR MADURA | Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep, Drg. Ellya Fardasah mengatakan, program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) di kepulauan masih terkendala sinyal internet dan akses.
Menurutnya, tidak semua wilayah di kepulauan memiliki sinyal internet yang memadai. Sebab, untuk mendaftar ke aplikasi satu sehat tergantung sinyal. “PKG di kepulauan terkendala sinyal internet dan akses,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).
Hal ini, kata Ellya, akan mempersulit warga yang hendak memanfaatkan program kesehatan yang digulirkan pemerintah sejak Senin 10 Februari 2025. Lebih-lebih saat akan mengakses aplikasi Satu Sehat.
Sementara, sebelum melakukan pemeriksaan gratis, setiap warga harus terdaftar di Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memiliki akun di aplikasi Satu Sehat, yang menjadi syarat untuk mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis.
“Meski tahu mengoperasikan, tetapi sinyalnya tidak ada, itu percuma,” terangnya.
Dikatakan, Dinas Kesehatan dan P2KB menyebut bahwa pemeriksaan kesehatan harus dilakukan di puskesmas. Sebab, seluruh alat pemeriksaan berada di puskesmas.
Ada sembilan kecamatan yang berada di wilayah kepulauan Sumenep, di antaranya Kecamatan Pulau Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, Poteran, Nonggunong, serta Gili Raja, dan Sapudi. “Ini menjadi PR kami ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, warga kepulauan Sapeken Hendarti mengakui bahwa pada saat melakukan pendaftaran untuk melakukan pemeriksaan gratis , dirinya sulit untuk mengakses sinyal internet. Terkadang lemot, sehingga butuh berjam-jam agar bisa melakukan pendaftaran.
“Kami juga ingin merasakan hadirnya program gratis ini,” tuturnya. (imd/din)





