KABAR MADURA | Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Jaya Pamekasan akan mengajukan penyertaan modal Rp 3 miliar ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Pengajuan dana dari badan usaha milik daerah (BUMD) Pamekasan tersebut untuk pengeboran dan pipanisasi.
Direktur Perumdam Tirta Jaya Pamekasan Syamsul Arifin menyampaikan, dana itu akan digunakan untuk menambah debit pasokan air di Kecamatan Pademawu. Alasannya, terdapat tiga desa yang masih sangat membutuhkan air, yakni Desa Kotasek, Desa Padelegan, dan Desa Jarin.
“Modal yang dimiliki saat ini berkisar Rp1 miliar, beda hitungan aset yang sudah dimiliki,” paparnya, Rabu (12/2/2025).
Pada 2024 lalu, BUMD ini memiliki laba Rp1,1 miliar. Sedangkan omzet setiap bulan antara Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar. Dari omzet tersebut dihasilkan laba sebesar Rp1.1 miliar dalam 1 tahun. Sedangkan untuk laba 2023 lalu sekitar Rp300 juta dalam satu tahun.
Perumdam Tirta Jaya memiliki 13.600 pelanggan, yang tersebar di Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, Pademawu, Proppo, Larangan, Galis, dan Pasean.
Pada 2025 ini, perumdam tersebut memproyeksikan Rp1,1 miliar untuk menyumbangkan pendapatan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebab, 70 persen dari total pelanggan PDAM sudah ada water meternya, sehingga menjaga omzet setiap bulan tetap stabil.
“Perumdam akan menyumbangkan PAD, sejauh ini memang belum ada sama sekali,” terangnya. (rul/waw)





