Komunitas Keris Rayakan Dua Tahun Perjalanan: Tidak Ada Kata Redup untuk Pendidikan

Ragam42 views

Komunitas Edukasi, Responsif, dan Inovatif (Keris) didirikan pada tahun 2023 lalu untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan diskusi. Hingga saat ini, komunitas ini menjadi salah satu wadah yang nyaman bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus berkembang.

MOH RAZIN, SUMENEP 

Tidak terasa sudah dua tahun komunitas ini berjalan. Banyak kegiatan positif yang telah dilaksanakan, seperti diklat, seminar dan kegiatan positif lainnya. Dengan adanya komunitas ini, para pendidik dari berbagai daerah berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu pengetahuan. 

Menurut salah seorang anggota komunitas Keris, Khairatul Imamah, workshop pendidikan dan kegiatan lainnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari komunitas ini. Itu dilakukan sesuai bentuk komitmen untuk berdedikasi pada pengembangan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Tekankan Validasi Data Lewat Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Daerah

“Kami terus berdiskusi bagaimana terus berkontribusi dalam peningkatan pendidikan Indonesia, khususnya di Kota Keris ini,” ungkapnya saat dihubungi Kabar Madura, Kamis (6/3/2025).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Diklat yang pernah dilakukan, salah satunya memahami pentingnya branding bagi sekolah. Bagi mereka, branding bukan sekadar identitas visual, tetapi juga membangun citra, kepercayaan, dan daya tarik bagi siswa serta masyarakat.

“Sekolah yang memiliki branding kuat akan lebih mudah menarik minat siswa, membangun hubungan dengan orang tua, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak,” tegas Imamah.

Komunitas Keris lahir dari kepedulian terhadap pendidikan untuk lebih inovatif dan responsif terhadap tantangan zaman. Selama dua tahun perjalanan, komunitas ini aktif berupaya untuk menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas.

Baca Juga:  Generasi Cepat, Pikiran Lambat: Menimbang Budaya Instan di Era Digital

Dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan, termasuk Dinas Pendidikan dan organisasi guru, seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan.

“Dukungan ini pun menjadi motivasi kami para pendidik terus bergerak maju, menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” paparnya.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Komunitas Keris bukan hanya sekadar refleksi perjalanan, tetapi juga langkah maju untuk menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Semoga semakin banyak sekolah yang mampu membangun pendidikan yang lebih menarik demi masa depan yang lebih cerah,” harapnya. (zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *