KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan belum dapat menentukan target produksi garam 2025. Pasalnya, penentuan target tersebut masih bergantung pada keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Luthfie Asy’ari mengungkapkan, wacana pembagian target nasional per kabupaten/kota penghasil garam masih belum terealisasi.
Akibatnya, capaian produksi tahun ini hanya bergantung pada hasil produksi petambak garam. “Pendampingan tetap kami lakukan sebagai upaya agar capaian produksi garam tahun ini bisa sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Luthfie, Kamis (20/3/2025).
Guna mempertahankan produksi garam setara dengan 2024, Diskan Pamekasan telah mengajukan permohonan bantuan fasilitas tambak kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) maupun pemerintah pusat. Namun, hingga kini, kepastian terkait usulan tersebut belum ada kejelasan.
Terbaru, Luthfie menyebut bahwa capaian produksi garam di Pamekasan mengalami penurunan sekitar 9 ribu ton dari total 124 ton capaian garam pada 2023. Menurun sekitar 115 ton pada 2024. Oleh karena itu, pihaknya juga berencana melakukan revitalisasi lahan tambak, menerapkan teknologi geomembran, dan memperbaiki infrastruktur.
“Selain tidak memiliki target, para petambak garam kita belum memiliki fasilitas yang memadai. Sedangkan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk pengadaan fasilitas bantuan itu,” tambahnya.
Perlu diketahui, terdapat 15 wilayah penghasil garam di Pamekasan, tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu, dan Tlanakan. (km62/din)





