KABAR MADURA | Cakupan program makan bergizi gratis (MBG) di Pamekasan bertambah dari yang awalnya hanya 2.941 menjadi 13.774 siswa. Dapur umumnya tersebar di lima kecamatan.
Bertambahnya cakupan sasaran tersebut, menurut Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Nurul Hidayat, setelah adanya penambahan dapur umum yang sudah bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Lokasinya di empat kecamatan, yakni Proppo, Batumarmar, Pasean, dan Pamekasan.
“Saat ini ada lima dapur di Kabupaten Pamekasan, untuk dapur selanjutnya itu melibatkan pihak ketiga, yaitu mitra BGN,” paparnya, Selasa (15/4/2025).
Penerima manfaat SPPG khusus yang berada di depan markas Kodim Pamekasan terdapat 9 sekolah, dengan jumlah siswa 2.941. Kemudian khusus SPPG di Kelurahan Teja terdapat 2.531 siswa, yang tersebar di 20 sekolah.
Khusus untuk dapur umum di Proppo mencakup 56 sekolah yang tercakup dengan jumlah siswa 2.691. Dapur umum di Batumarmar mencakup 29 sekolah, dengan jumlah siswa 2.984. Dapur umum di Kecamatan Pasean mencakup 2.627 siswa dari 24 sekolah.
“Anggaran tiap porsi Rp10.000, sifatnya at cost, artinya sifatnya belanja bahan baku, jika masih ada sisa uang, maka dianggarkan periode selanjutnya,” imbuhnya.
Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan akan melakukan kajian dan evaluasi secara komprehensif mengenai dampak program MBG, khususnya terkait peningkatan mutu pendidikan.
“Kami nanti akan melihat efektivitas pelaksanaan MBG ini apakah aspek gizinya betul-betul kelihatan,” ungkap Ketua Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan Sahibuddin.
Sahibuddin berharap, program MBG bisa dilaksanakan secara merata di semua kecamatan, baik di lembaga formal maupun non formal. Terlebih, dari sisi anggaran harus tersedia dengan maksimal. (rul/waw)





