KABAR MADURA | Target program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2025 mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep menyebut ini sebagai imbas dari kebijakan efisiensi anggaran.
Kasubag Tata Usaha BPN Sumenep Dodi Suryamansyah mengatakan, kuota program PTSL tahun ini jauh lebih kecil ketimbang 2024 lalu. Tahun lalu kuotanya mencapai 51.100 bidang tanah, akan tetapi kini menyusut hingga tinggal 5.895 bidang.
Tahun lalu, program PTSL di Sumenep menjangkau 23 desa di 12 kecamatan. Namun, tahun ini hanya tersebar di 12 desa di 8 kecamatan di wilayah daratan.
“Jika dibandingkan dengan 2024, jumlahnya sangat minim. Kita hanya dapat alokasi untuk 5.895 bidang,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).
Awalnya BPN Sumenep mendapat jatah sekitar 20.000 bidang untuk tahun ini. Namun, kata Dodi, perubahan kebijakan mendadak menyebabkan jumlah itu terpangkas. Pihaknya tidak dapat berbuat banyak terhadap menyusutnya kuota program PTSL tersebut. Sebab, program itu merupakan otoritas dari pemerintah pusat.
“Kami terpaksa menghapus beberapa desa yang sebelumnya sudah terdaftar sebagai penerima, karena targetnya jauh lebih sedikit. Kami upayakan realisasinya tuntas pada Oktober 2025. Bahkan akan kami percepat,” imbuhnya.
Dodi menambahkan, desa-desa yang belum pernah mendapatkan program PTSL tetap dapat mengajukan permohonan, asalkan sudah menyiapkan data pemohon secara lengkap.
“Kami akan menyesuaikan dengan kuota pusat. Setelah itu, desa pemohon akan diseleksi berdasarkan kesiapan administrasi mereka,” pungkasnya. (ara/zul)





