KABAR MADURA | Dua dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan resmi di-suspend sejak Rabu (15/4/2026). Hal itu diungkap Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan Hariyanto Yanto Rahmansyah Tri Arif, Sabtu (18/4/2026).
Hariyanto menjelaskan, langkah suspend merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN. Menurutnya, penghentian sementara operasional dilakukan karena kondisi bangunan atau infrastruktur dapur tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan status itu, dua SPPG tidak diperkenankan beroperasi hingga ada perbaikan.
“Dari hasil sidak, ada dua SPPG yang di-suspend. SPPG Kemala Bhayangkari termasuk yang di- suspend. Tapi suspend-nya bukan karena video viral menu susu yang diduga ada cacingnya itu. Kedua, SPPG Yayasan As-Salman,” jelasnya kepada Kabar Madura.
Selain dua SPPG yang diberhentikan sementara, BGN juga mencatat sebanyak 45 SPPG lainnya di Pamekasan masih perlu melakukan perbaikan. Namun, Hariyanto tidak menyebut rincian SPPG itu, sebab data itu berada di tingkat Kedeputian.
Dia juga menambahkan, dapur yang telah menyelesaikan perbaikan sesuai standar dapat kembali mengajukan permohonan operasional. Selanjutnya, BGN akan melakukan verifikasi sebelum memberikan izin kembali.
“Apabila SPPG itu sudah diperbaiki dan dianggap sesuai dengan standar BGN, nanti SPPG itu mengajukan surat untuk operasional kembali. Nanti akan ada balasan dari BGN untuk bisa beroperasi kembalinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di Kota Gerbang Salam. Pengawasan mencakup aspek infrastruktur, lingkungan, hingga kualitas menu yang disajikan.
“Ke depan, kami akan mengawasi SPPG yang bukan hanya di- suspend itu. Tapi juga kepada 45 dapur yang diberi catatan tersebut,” tuturnya.
Kabar Madura telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kedua kepala SPPG yang diberhentikan sementara tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons dari keduanya. (nur/zul)





