Menu MBG Diprotes Diduga Mentah dan Tak Sesuai, SPPG Kertagena Tengah Buka Suara

Pendidikan47 views

KABAR MADURA I Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kertagena Tengah buka suara terkait persoalan distribusi dan kondisi menu rapel MBG yang dipermasalahkan penerima manfaat.

Selain menu rapel yang seharusnya mencakup tiga hari, tapi calon penerima manfaat menghitung hanya untuk dua hari, juga terdapat masalah lauk-pauk menu MBG yang diterima siswa diduga mentah dan sempat dikembalikan.

Dalam tanggapannya terkait menu MBG yang dikembalikan sekolah penerima manfaat, Kepala SPPG Fajri Amin melalui Kuasa Hukum Fauzan Ash Shidiqi Hidayatullah mengatakan bahwa laporan lauk-pauk yang dianggap mentah itu sudah di luar jam pelayanan. Sehingga tidak bisa diganti di hari yang sama.

“Pihak kami menerima laporan pada pukul 19.04 WIB, kecuali laporan tersebut disampaikan saat jam pelayanan atau tidak jauh dari jam pendistribusian, tentunya klien kami dapat segera mungkin untuk mengganti menu tersebut,” terangnya, Senin (27/4/2026).

Selain itu, terkait menu yang dikembalikan, kata Fauzan, tidak bisa diartikan sebagai pengembalian secara keseluruhan terhadap semua yang didistribusikan. Menurutnya, pihak dapur hanya menerima pengembalian sisa makanan yang tidak habis.

“Bahkan, kami tidak menemukan adanya laporan ketidakcocokan atau pengembalian dari pihak sekolah mana pun,” tegasnya.

Sebelumnya, salah satu penerima manfaat yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa ditemukan ketidaksesuaian jumlah menu rapel MBG pada ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (B3) yang disalurkan SPPG Kertagena Tengah.

Dia mengungkapkan, menu rapel yang seharusnya mencakup tiga hari, setelah dihitung hanya untuk dua hari. Padahal, dalam standar operasional prosedur (SOP), yang pernah dibagikan pihak SPPG kepada penerima manfaat, distribusi rapel seharusnya diberikan sesuai jumlah hari dengan skema satu hari satu wadah.

Namun Fajri Amin membantah adanya pelanggaran prosedur atas MBG B3 yang disalurkan. Dia justru menyebut aturan teknis distribusi masih belum memiliki kejelasan penuh, terutama terkait skema penyaluran rapel.

Selain itu, dia juga mengungkapkan permasalahan lain dari SPPG Kertagena Tengah, yakni lauk pauk di paket MBG yang disalurkan diduga masih mentah. Bahkan juga, beberapa hari sebelumnya, menu dari dapur MBG tersebut sempat dikembalikan oleh sekolah sasaran.

Baca Juga:  Soal Isu Fasilitas Mewah untuk Istri, Bupati Pamekasan: Itu Isu Jalanan yang Tidak Benar

“Sebelumnya juga ada laporan bahwa MBG di salah satu sekolah dikembalikan karena tidak cocok ke siswa. Katanya menu nasi gorengnya basi,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).

Menanggapi hal itu, Fajri Amin, mengungkapkan bahwa distribusi MBG B3 yang disalurkan telah sesuai prosedur. Dia justru menyebut aturan teknis distribusi masih belum memiliki kejelasan penuh, terutama terkait skema penyaluran rapel.

“Ketentuannya masih abu-abu, dalam satu minggu itu apakah menggunakan anggaran lima hari atau enam hari, itu masih belum pasti. Jadi entah Seninnya dua hari atau Kamisnya tiga hari tidak masalah. Jadi kalau seumpama anggaran yang digunakan enam hari, berarti hari Kamisnya dapat empat hari,” jelasnya. (nur/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *