KABAR MADURA | Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah untuk siswa akan dimulai pada Juni mendatang, termasuk di Pamekasan. Terdapat 21 puskesmas yang akan melayani CKG khusus siswa tersebut. Masing-masing puskesmas melayani jumlah sekolah yang berbeda, sesuai wilayah kerjanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Ach. Syamlan mengatakan, terkait sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) untuk merealisasikan program tersebut sejatinya rata-rata sudah siap. Hanya saja, untuk bahan medis habis pakai (BMHP) ketersediaannya masih menunggu dari pusat.
Pihaknya tidak memungkiri bahwa ketersediaan BMHP cukup terbatas dengan jumlah sasaran yang cukup banyak. Kendati demikian, pihaknya sudah mengajukan BMHP ke pusat.
“Kabarnya akhir April kemarin, tapi sampai saat ini belum ada (kejelasan). Kebetulan kita sudah mengajukan yang bulan Februari,” terangnya, Senin (5/5/2025).
Terkait mekanismenya, kata Syamlan, nantinya setiap puskesmas akan mendatangi sekolah di setiap wilayah kerjanya masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Pemeriksaan bisa dilakukan oleh semua murid, mulai dari kelas satu hingga kelas akhir dari berbagai tingkatan, seperti SD hingga SMA sederajat.
Sementara untuk pelaksanaan CKG secara umum, di Pamekasan sudah berjalan sejak pertengahan bulan Februari lalu. Namun, kesadaran masyarakat masih terbilang kurang. Padahal, kata Syamlan, adanya CKG bisa mendeteksi gejala penyakit sejak dini. Sehingga, bisa diatasi sebelum parah.
“Prosedur CKG, harus melakukan pendaftaran melalui aplikasi ‘satusehat.mobile’ dulu. Kemudian, melakukan semacam survei cek kesehatan mandiri di aplikasi tersebut untuk mengetahui item apa saja yang perlu diperiksa. Lalu petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap item-item yang perlu diperiksa itu,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/din)





