KABAR MADURA | Pada tahun ini, terdapat 325 orang yang mendaftar sebagai peserta pelatihan keterampilan kerja yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Namun, ratusan pendaftar tersebut dipastikan lebih separuh tidak lolos. Sebab kuotanya terbatas, hanya 121 orang.
Kepala Bidang (Kabid) Produktivitas Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengatakan, enam dari tujuh jenis pelatihan yang ada, kuota yang tersedia hanya 16 orang untuk setiap jenis pelatihan.
Ada pun jenis pelatihannya, yakni tata boga, tata rias, las, menjahit, design grafis, dan servis AC.
Berbeda dengan pelatihan barista. Untuk jenis pelatihan ini, kuotanya sebanyak 25 orang.
“Saat ini, proses seleksi sedang berlangsung. Dari total tujuh pelatihan itu, waktu pelatihannya ada yang 15 hari hingga 23 hari,” katanya, Senin (16/6/2025).
Ika menjelaskan, realisasi pelatihan keterampilan kerja itu tidak bisa dilakukan secara serentak. Pasalnya, anggaran yang tersedia terbatas.
Sehingga, harus dilaksanakan dua kali tahap.
Menurutnya, anggaran yang tersedia tahun ini senilai Rp500 juta untuk tujuh jenis pelatihan. Nominal tersebut mencakup segala kebutuhan pelatihan, mulai dari sarana prasarana, hingga honor instruktur setiap pelatihan.
“Realisasinya dimungkinkan minggu ke empat bulan ini sudah mulai pembukaan. Karena dari kemarin-kemarinnya ada penyesuaian anggaran,” terangnya kepada Kabar Madura. (nur/din)





