KABAR MADURA | Anggaran untuk partisipasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur di Pamekasan akhirnya cair seluruhnya Rp2 miliar. Sebelumnya, anggaran tersebut hanya cair separuh, tepatnya saat pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) para atlet beberapa bulan lalu.
“Sebelum pelepasan kontingen kemarin, sisa anggarannya sudah cair semua. Sekitar awal bulan Juni. Jadi kami tidak lagi dipusingkan dengan anggaran saat pelaksanaan Porprov,” ungkap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto, Senin (23/6/2025).
Saat ini, kata Djohan, Kabupaten Pamekasan telah berhasil mengantongi beberapa medali di ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Sedikitnya, sudah ada dua cabang olahraga (cabor) yang berhasil pulang dengan medali. Dua cabor tersebut adalah Hapkido yang berhasil mengumpulkan empat medali perunggu. Selain itu, ada cabor Taekwondo yang memborong empat medali emas, satu perunggu, dan satu perak. Bahkan, dua atletnya berhasil dinobatkan sebagai atlet terbaik.
Menurut Djohan, targetnya tahun ini meningkatkan perolehan medali dari pada peringkat. Sebab, pihaknya tidak menampik bahwa Pamekasan hanya mampu mengirimkan 28 cabor di Porprov tahun ini.
Terkait bonus atlet, mantan ketua Askab PSSI Pamekasan itu mengaku, tentu akan diusahakan. Namun saat ini, pihaknya fokus terhadap peningkatan prestasi atlet di setiap cabor.
“Prestasi dulu, baru nanti ke bonus. Target kami meningkatkan perolehan medali, dari pada kenaikan peringkat. Karena Pamekasan hanya mengirimkan 28 cabor,” tutur Djohan.
Sementara itu, Pelatih Taekwondo Pamekasan Sudiyanto mengatakan, persiapan menuju Porprov tahun ini cukup mepet. Pihaknya hanya memiliki waktu enam bulan. Hal itu terjadi karena keterbatasan anggaran.
Kendati demikian, cabor Taekwondo berhasil menjadi juara umum ketiga di Porprov melalui raihan medali yang didapat.
“Selama persiapan kemarin, tryout hanya satu kali. Tapi syukurnya kami mampu menduduki posisi juara umum di Porprov,” ungkapnya. (nur/zul)





