KABAR MADURA | Musim kemarau basar tak menyusutkan niat H. Khairul Umam (H. Her) untuk membeli tembakau petani Madura. Harganya akan disesuaikan dengan kualitas Daun Emas.
Chief Executive Officer (CEO) PT Bawang Mas Grup itu menegaskan, rencana pembelian di tahun ini akan dimulai pada pertengahan Agustus, karena diprediksi sudah ada sebagian masyarakat yang memanen tembakaunya.
“Jadi kalau stok tidak terlalu melimpah, cuaca bagus, insya Allah akan mahal harganya,” paparnya, Kamis (3/7/2025) saat meninjau tanaman tembaku di Desa Konang, Galis Pamekasan usai meletakkan batu pertama bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) ke salah satu warga.
H Her menyampaikan, kaitannya dengan prediksi kemarau basah ditafsiri dua hal; berdampak buruk kepada kualitas tembakau atau sebaliknya bisa berdampak baik pada hasil tembakau.
“Prediksi itu bisa iya, bisa tidak. Jangan berandai-andai dulu, tapi saya tetap akan membeli tembakau tahun ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, harga tembakau di 2024 lalu di gudang Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) itu, tertinggi tembus di angka Rp85 ribu per kilogram. Sedangkan harga terendahnya Rp50 ribu.
Sementara itu, ulama muda Madura Ra Abbas Muhammad Rofi’i meyakini P4TM akan senantiasa berupaya untuk memahalkan harga tembakau. Sebab, pertaruhannya adalah kesejahteraan masyarakat Madura, secara khusus para petani tembakau.
“Harga pasar ialah ketika stok melimpah akan lebih murah, cuma di P4TM akan berusaha akan menaikkan harga tembakau dengan segala cara. Selebihnya nanti Allah yang menutuskan,” ujarnya. (rul/zul)





