KABAR MADURA | Suasana Balada Coffee, Lawangan Daya, tampak berbeda pada Sabtu malam (2/8/2025). Kafe tersebut dipenuhi pengunjung yang antusias mengikuti bincang buku bertajuk Antifeminisme, menghadirkan langsung penulisnya, Aquarina Kharisma Sari, sebagai pembicara utama.
Diskusi berjalan hidup dan interaktif, diwarnai pertukaran pandangan terkait antifeminisme. Rina menyoroti paradigma feminisme terhadap perempuan kerap disalahpahami. Misalnya, muncul anggapan bahwa perempuan adalah makhluk lemah dan tidak berdaya.
“Perempuan memiliki kuasa penuh terhadap segala hal. Sayangnya, kuasa itu tidak terbaca secara teoritis,” jelas penulis kelahiran Malang tersebut.
Dia menambahkan, di berbagai daerah berkembang, feminisme sering kali dijadikan alat hegemoni, sehingga kontradiktif dengan tujuan awalnya.
“Antifeminisme ini menjadi bukti bahwa kuasa perempuan itu ada dan inheren. Feminisme jangan dijadikan hegemoni, tapi dia ideologi,” tegasnya.
Sementara itu, Owner Balada Coffee Afnan Rahmaturrahman menjelaskan, topik antifeminisme dipilih karena relevan dan banyak memunculkan beragam perspektif. Dia menyebut diskusi semacam ini menjadi agenda rutin minimal dua bulan sekali di kafenya.
“Tujuannya ingin punya iklim yang sportif, apresiatif terhadap ilmu pengetahuan dan terhadap karya sastra,” ungkap Afnan, Sabtu (3/8/2025).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Balada Coffee dalam meningkatkan literasi sekaligus mendukung perkembangan wacana kritis di ruang-ruang publik. (nur/zul)





