TIHT 2025 Ditetapkan, Bupati Fauzi Optimistis Harga Tembakau Tinggi

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi menetapkan titik impas harga tembakau (TIHT) tahun 2025. Keputusan strategis ini diambil melalui rapat lintas instansi dan stakeholder, demi memastikan harga yang layak bagi para petani tembakau.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan keyakinannya bahwa harga jual tembakau di pasaran akan melampaui nilai TIHT yang sudah ditetapkan. Menurutnya, kondisi pasokan dan permintaan tahun ini sangat mendukung kenaikan harga.

“Kalau produksinya berkurang, kemungkinan harga di pasaran justru naik,” ujarnya dengan nada optimistis.

Fauzi mengungkapkan, pembahasan TIHT dilakukan secara matang dengan melibatkan masukan dari semua pihak. “Kami minta Diskop UKM dan Perindag membahasnya lebih awal supaya komunikasi dengan petani dan pelaku usaha bisa lebih intensif,” jelasnya.

Baca Juga:  Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Sumenep Jadi Agen Perubahan

Berdasarkan data dua tahun terakhir, harga tembakau di tingkat petani hampir selalu berada di atas titik impas, bahkan sering jauh melampaui target. Fauzi menilai ini sebagai bukti bahwa kebijakan penetapan TIHT efektif memberikan keuntungan nyata bagi petani.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Tahun ini, TIHT untuk tembakau gunung ditetapkan sebesar Rp67.929 per kilogram (naik 1,41 persen), tembakau tegal Rp63.117 per kilogram (naik 2,46 persen), dan tembakau sawah Rp46.142 per kilogram (naik 0,10 persen).

Bupati Fauzi juga mengingatkan tantangan yang dihadapi petani akibat cuaca yang tidak menentu. Sejak Maret lalu, Pemkab sudah mengantisipasi potensi perubahan musim yang dapat memengaruhi waktu tanam dan kualitas panen.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Pastikan PPPK Aman, Tak Ada Pemutusan Kontrak Meski Ada Efisiensi Anggaran

“Kalau dua tahun terakhir petani bisa menanam tembakau lebih dari dua kali karena musim dan harga mendukung, tahun ini waktunya belum pas untuk tanam. Itu akan berpengaruh ke jumlah produksi,” terangnya.

Ke depan, Fauzi berencana menetapkan TIHT lebih awal lagi, agar petani punya kepastian harga sebelum panen dan dapat menyusun strategi penjualan yang lebih menguntungkan.

“Sumenep adalah daerah penghasil tembakau yang menjadi penopang ekonomi ribuan petani. TIHT adalah salah satu instrumen penting untuk menjaga kestabilan harga dan melindungi kesejahteraan mereka,” tegasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *