Buntut Kekerasan Demonstrasi, HMI Pamekasan Siapkan Gerakan Lanjutan

Berita225 views

KABAR MADURA | Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan di depan Mapolres Pamekasan, Sabtu kemarin (30/8/2025), belum berakhir. Hal itu menyusul adanya dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat terhadap salah satu massa aksi.

Sekretaris Umum HMI Cabang Pamekasan Jaka Suma Ramadhani menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dia memastikan HMI Pamekasan segera melakukan konsolidasi internal untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Kami pastikan, HMI tidak akan tinggal diam dan berhenti di sini. Kami akan lakukan follow up untuk kejadian itu. Jadi kami akan konsolidasi internal dulu untuk menentukan gerakan selanjutnya,” tegas Jaka kepada Kabar Madura, Minggu (31/8/2025).

Baca Juga:  Diduga Perkosa 2 Anak di Bawah Umur selama 5 Tahun, Polres Pamekasan Ringkus Oknum Guru Ngaji

Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah mendesak Polres Pamekasan agar mengusut oknum pelaku kekerasan. Namun, jika tidak ada kepastian terkait pertanggungjawaban, HMI Pamekasan akan melakukan pengawalan lebih masif.

“Untuk saat ini kami masih belum memastikan juga apakah akan turun jalan lagi atau tidak, tapi yang pasti hal ini tetap kami kawal, bagaimanapun bentuk pengawalannya,” imbuhnya.

Selain soal kekerasan aparat, HMI juga tetap mengawal sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan saat aksi sebelumnya. Di antaranya mendesak aparat kepolisian untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus menghentikan praktik kekerasan terhadap warga sipil, terutama dalam penanganan demonstrasi.

Baca Juga:  Defisit Jadi Alasan, DPRD Pamekasan Keberatan Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan

Mereka juga menuntut agar Kapolres Pamekasan meneruskan desakan HMI kepada pemerintah untuk mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya yang dinilai tutup mata atas tindakan represif aparat. Tuntutan terakhir menyoroti transparansi dan akuntabilitas proses hukum terhadap tujuh aparat yang terlibat dalam kasus dilindasnya driver ojek online di Jakarta.

Dari tiga tuntutan tersebut, Jaka menyebut, dua poin telah disetujui Kapolres, sementara desakan pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya ditolak.

“Pada dasarnya, demo kemarin ini berangkat dari kematian driver ojol yang menjadi korban demo di Jakarta,” tukasnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *