KABAR MADURA | Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam sepekan terakhir mendapat sorotan dari banyak pihak. Kericuhan antara massa aksi dan aparat membuat situasi semakin tidak terkendali, bahkan berujung pada tindakan anarkis, seperti pengrusakan fasilitas umum hingga penjarahan.
Di Pamekasan, dua organisasi besar keagamaan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah, menyatakan sikap yang sama dalam menyikapi kondisi tersebut. Keduanya sepakat untuk mendorong terciptanya suasana yang kondusif dan menolak segala bentuk kekerasan.
Pj. Ketua PCNU Pamekasan Muchlis Nasir menegaskan, pihaknya telah merumuskan sejumlah poin imbauan. Dia mengajak seluruh warga, khususnya Nahdliyin, agar tetap menjaga ketertiban serta keamanan. Menurutnya, setiap persoalan yang muncul harus disikapi dengan kebijaksanaan, bukan dengan tindakan anarkis.
“Kami mengajak kepada semuanya agar memohon perlindungan dan bermunajat,” ujarnya, Senin (1/9/2025).
Senada dengan itu, Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan Aziz Ashari juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah gelombang aksi yang marak terjadi. Dia menilai tindakan anarkis, seperti penjarahan dan perusakan fasilitas umum, sama sekali tidak dapat dibenarkan.
“Jikapun nanti ada persoalan yang harus diproses secara hukum, kami berharap prosesnya dilakukan sesuai dengan kebijakan hukum yang berlaku dan adil,” tuturnya. (nur/zul)





