Gegara Kandang Ayam, Pria 50 Tahun di Bangkalan Diduga Dibacok Ipar Sendiri 

Hukrim, Berita8 views

KABAR MADURA | Seorang pria berinisial SI (50), warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Bangkalan, meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh J (50), yang tidak lain merupakan kakak iparnya sendiri.

Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka serius di bagian perut akibat sabetan senjata tajam yang diduga berupa celurit. Meski sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan.

Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Imtama mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Rabu malam (3/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di rumah korban yang berada di Desa Soket Laok.

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa penyidik, terduga pelaku datang ke rumah korban pada malam kejadian. Sebelum insiden berdarah itu terjadi, keduanya sempat berinteraksi dan berjabat tangan.

“Menurut keterangan saksi, terduga pelaku datang ke rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah sempat berjabat tangan dengan korban, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan mengayunkannya ke arah tubuh korban,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

JJS Kabar Madura

Agung menambahkan, hasil visum sementara menunjukkan korban mengalami luka robek yang cukup parah hingga menembus organ dalam.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Terminal Bangkalan Tetap Lengang tanpa Lonjakan Penumpang

Sementara itu, terduga pelaku hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Setelah melakukan aksinya, diketahui melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa itu diduga dipicu persoalan terkait tempat kandang ayam. Namun, aparat kepolisian masih belum dapat memastikan motif utama kejadian karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Dari informasi awal yang diterima penyidik, diduga ada perselisihan terkait tempat kandang ayam. Namun untuk motifnya masih kami dalami,” ungkap Agung. (fik/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *