Pramuka Sumenep Gelar Bersih Pantai Lobuk dan Badur, Seribu Anggota Turun Tangan

Pendidikan, Berita116 views

Lautan manusia berbalut seragam coklat khas Pramuka tumpah ruah di pesisir Kabupaten Sumenep. Bukan untuk upacara atau perkemahan, melainkan menggelar aksi nyata: membersihkan pantai.

MOH RAZIN, SUMENEP

Seribu anggota Pramuka dari tingkat penggalang, penegak, hingga pandega, bersama masyarakat sekitar, serentak turun tangan di dua titik sekaligus, Pantai Matahari Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, dan Pantai Badur Desa Badur, Kecamatan Batuputih.

Di bawah terik matahari, ribuan tangan bergotong royong memungut sampah, memilah plastik, hingga menata area pesisir yang kerap menjadi destinasi wisata.

Gerakan ini diprakarsai Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur sebagai wujud nyata pengamalan Dasa Dharma Pramuka ke-2: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

KM/IST| POSITIF: Anggota Pramuka dari Kwarda Sumenep serentak turun tangan membersihkan Pantai Matahari dan Pantai Badur.

Ketua Harian Kwarcab Sumenep Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif.

“Hari ini kita melakukan aksi lingkungan yang diikuti ribuan orang dari berbagai golongan Pramuka hingga masyarakat. Tujuannya menyatukan pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Ini juga bagian dari perayaan Hari Lahir Pramuka ke-64,” ujarnya penuh semangat.

Suasana di Pantai Matahari semakin semarak karena berbarengan dengan Festival Perahu Hias, sehingga aksi bersih-bersih menjadi lebih meriah sekaligus menghibur. Sekretaris Desa Lobuk, Rifqi Gufron Firdaus, tak bisa menutupi apresiasinya.

Baca Juga:  Jurnalis Didorong Turun Langsung, AJP Tegaskan Komitmen Aksi Lingkungan

“Kami berterima kasih pada Pramuka Sumenep. Kehadiran mereka bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga menularkan semangat cinta lingkungan kepada warga,” ungkapnya.

Di balik tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan, tersisa satu pesan penting, Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan agen perubahan.

Melalui gerakan sederhana namun berdampak, Pramuka Sumenep menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah warisan luhur yang terus ditanamkan dari generasi ke generasi.

“Ini penting dilestarikan dan terus dilakukan guna membantu mewujudkan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *