Baru 2 Bulan Sudah Retak, Warga Curigai Proyek Rabat Beton di Patarongan Sampang Sarat Penyimpangan

Berita109 views

KABAR MADURA | Baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan, pembangunan rabat beton di Dusun Tobetoh, Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, sudah mengalami retakan dan mengelupas di sejumlah titik.

Salah seorang warga Desa Patarongan berinisial RS mempertanyakan kualitas proyek rabat yang bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut. Menurutnya, dengan usia bangunan yang masih sangat baru, kerusakan itu menimbulkan kecurigaan.

Dirinya menduga ada pengurangan kualitas dalam pelaksanaan proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp200 juta tersebut demi meraup keuntungan pribadi. Sebab itu, RS meminta agar pihak Inspektorat dan aparat penegak hukum (APH) turun langsung ke lokasi untuk memastikan pengerjaan proyek.

Baca Juga:  LKPj Bupati Sampang 2025 Dibahas, DPRD Beri Rekomendasi untuk Evaluasi Kinerja

“Rabat beton di Dusun Tobetoh ini baru selesai, tapi sudah banyak retakan dan mengelupas. Saya curiga proyek ini dikorupsi, maka Inspektorat dan APH harus turun tangan,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Sudarmanto menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan teknis. Dia menyebut, pengawasan sudah menjadi ranah pihak kecamatan, sedangkan instansinya hanya menerima laporan dari pemerintah desa terkait pelaksanaan proyek.

“Kalau soal pengawasan proyek DD ini bukan ranah kami, sudah ada pihak kecamatan setempat,” tepisnya.

Sementara itu, Kepala Desa Patarongan Sukri belum dapat dimintai keterangan terkait kualitas pengerjaan rabat beton tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan berulang kali tidak mendapat respons hingga berita ini diturunkan. (sub/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *