Tradisi Tayub Kian Tergerus, Simbol Interaksi Sosial yang Nyaris Punah

Ragam58 views

KABAR MADURA | Ragam tradisi di Madura memiliki makna dan keotentikan tersendiri. Sayangnya, tidak semua mampu bertahan seiring berkembangnya zaman. Perlahan, sebagian mulai tergerus karena minimnya penerus. Salah satunya adalah tradisi Tayub, yang kini nyaris punah, khususnya di Pamekasan.

Untuk kembali mengenalkan kesenian ini, Sanggar Seni Makan Ati menggelar pementasan Tayub dalam rangka peringatan HUT ke-27 sanggar, Jumat (12/9/2025) malam.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Secara umum, Tayub merupakan kesenian tradisional yang menggabungkan seni musik, tari, dan sinden, serta dipandu dalang atau sutradara yang mengatur jalannya pementasan.

Seni Tayub diyakini sebagai simbol hubungan sosial antarmasyarakat. Hal itu tampak ketika sinden perempuan tidak hanya bernyanyi atau menari sendiri, tetapi juga melibatkan penonton. Pada momen tertentu, sinden akan memasangkan selendang kepada penonton untuk diajak bernyanyi atau menari bersama di atas panggung. Adegan itu disimbolkan sebagai bentuk interaksi sosial.

“Mulai dari kostum hingga alat musik, semuanya tradisional. Seperti musik, yang dimainkan adalah karawitan, yang memang mempunyai pakem tersendiri,” ungkap pegiat Sanggar Seni Makan Ati, Cahyanto, Minggu (14/9/2025).

Menurutnya, seni Tayub saat ini mulai tergerus dan semakin sedikit masyarakat yang mengenalnya. Atas dasar itu, pihaknya sengaja menampilkan Tayub dalam perayaan HUT Sanggar Seni Makan Ati ke-27.

Selain minim penerus, pudarnya tradisi Tayub di Pamekasan juga dipengaruhi oleh kontroversi yang melekat sejak dulu. Kata Cahyanto, Tayub pernah identik dengan istilah bajingan karena dianggap memuat perilaku menyimpang dari aturan sosial.

Namun, kini pertunjukan tersebut justru dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan keguyuban masyarakat.

“Meskipun tidak menjadi pelaku seni, minimal masyarakat tahu kalau di Pamekasan ada yang namanya tradisi Tayub melalui pementasan ini,” tutupnya kepada Kabar Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *