KABAR MADURA | Proyek pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang, menuai sorotan masyarakat. Warga menilai pelaksanaannya tidak transparan, baik terkait penggunaan anggaran maupun kualitas hasil pembangunan.
Sejumlah warga mengaku tidak mengetahui berapa besar anggaran yang dialokasikan maupun mekanisme pengerjaannya. Mereka menilai, setiap proyek yang menggunakan dana pemerintah semestinya disertai keterbukaan informasi.
“Tidak ada prasasti yang dipasang, padahal itu bentuk keterbukaan publik atas pelaksanaan proyek dengan anggaran pemerintah,” ungkap sumber Kabar Madura yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/9/2025).
Selain anggaran, warga juga menyoroti lokasi pembangunan MCK. Menurutnya, karena bersifat komunal, semestinya fasilitas itu dibangun di area publik, bukan di lokasi yang dinilai tidak tepat.
“Informasinya, MCK di Desa Taman Sareh merupakan jenis komunal yang harusnya dibangun di area publik, tapi kenyataannya tidak demikian,” tambahnya.
Menanggapi sorotan itu, Ketua Pelaksana Pembangunan MCK Desa Taman Sareh, Syifauddin, mengatakan, proyek itu sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Namun, dia menyebut tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh.
“Saya tidak bisa berkomentar banyak, karena hanya bertugas sebagai ketua pelaksana. Silakan lebih jelasnya konfirmasi ke pendamping,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pendamping maupun pemerintah desa belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidaktransparanan pembangunan MCK tersebut. (yan/zul)





