Terbitkan Prosiding di Penerbit Bereputasi Internasional, Rektor UIN Madura: Teguhkan Falsafah Asta Helix Tanèyan Lanjhâng

Pendidikan116 views

KABAR MADURA | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura berhasil menerbitkan prosiding International Conference of Islamic Studies (ICONIS 2025) melalui Atlantis Press, salah satu penerbit bereputasi internasional Terindeks WoS. Prosiding ini memuat hasil penelitian dan gagasan para akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi tersebut.

Dengan mengusung tema “Islam, Culture, and STEM: Change and Sustainability in the Disruptive Era”, ICONIS 2025 menyoroti tantangan global di era disrupsi, terutama dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keberlanjutan budaya. Konferensi ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dengan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, menegaskan bahwa terbitnya prosiding ICONIS 2025 sejalan dengan upaya lembaga dalam meneguhkan falsafah Asta Helix Tanèyan Lanjhâng sebagai kerangka pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif. “Konferensi ini menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, sekaligus wujud konkret pengembangan keilmuan yang berpijak pada iman, budaya, dan etika,” ujarnya.

Baca Juga:  Barokah, Disiplin Batin, dan Jejak Kebiasaan: Membaca Etika Pesantren Madura

Falsafah Tanèyan Lanjhâng, yang lahir dari tradisi sosial budaya Madura, diposisikan UIN Madura sebagai landasan epistemologis dalam pengembangan keilmuan integratif. Tanèyan Lanjhâng menggambarkan ruang terbuka tempat masyarakat hidup dalam kebersamaan, saling berinteraksi, dan membangun nilai-nilai kolektif. Dalam kerangka akademik, falsafah ini diadaptasi untuk menghubungkan ilmu Islam dengan sains, teknologi, serta budaya global, sehingga melahirkan ilmu pengetahuan yang membumi dan solutif.

Ketua Panitia ICONIS ke-9, Agung Dwi Bahtiar El Rizaq, menegaskan bahwa pengembangan keilmuan berbasis Tanèyan Lanjhâng adalah langkah strategis untuk memperkuat identitas akademik kampus. “Tanèyan Lanjhâng bukan sekadar simbol kultural, melainkan paradigma integratif yang menjembatani tradisi lokal, nilai Islam, dan tantangan global. Dengan kerangka ini, UIN Madura berkomitmen melahirkan generasi yang berakar kuat pada budaya dan spiritualitas, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern,” tuturnya.

Dengan terbitnya prosiding ICONIS 2025 di Atlantis Press, karya-karya akademik tersebut kini dapat diakses secara luas oleh masyarakat global, sekaligus memperkuat kontribusi UIN Madura dalam percaturan akademik internasional. Publikasi lengkap dapat diakses pada laman resmi: https://www.atlantis-press.com/proceedings/iconis-25/articles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *