KABAR MADURA | Gelaran Festival Garam 2025 di Sumenep kembali menuai kritik. Kali ini datang dari Koordinator Forum Petani Garam Madura (FPGM) Ubaidillah, yang menilai acara Festival Garam tersebut tidak memberi manfaat nyata bagi para petambak garam.
Menurutnya, pelaksanaan Festival Garam sangat tidak tepat karena kondisi produksi garam tengah terpuruk akibat musim kemarau basah. Dia menegaskan, seharusnya festival semacam ini menghadirkan para pengambil kebijakan dari kementerian terkait agar masalah petani garam bisa langsung ditangani.
“Kalau saya berpendapat, Festival Garam waktunya tidak tepat, karena saat ini produksi garam tidak maksimal akibat cuaca kemarau basah. Mestinya yang dihadirkan adalah penentu kebijakan tentang garam, yaitu Kementerian Perindustrian, KKP, Perdagangan, dan Kemenko Maritim. Jadi permasalahan garam bisa didengar dan dilihat langsung,” ujar Ubaidillah, Senin (23/9/2025).
Dia menambahkan, selama ini petani garam merasa kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Persoalan klasik seperti serapan produksi dan harga garam yang rendah masih menjadi beban berat, sementara kegiatan Festival Garam justru terkesan hanya menghabiskan anggaran.
“Festival garam ini mestinya bisa memberi manfaat nyata bagi petani garam. Tapi faktanya, sampai sekarang masalah serapan dan harga belum pernah ada solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya.
Ubaidillah berharap pemerintah idak sekadar mengejar citra melalui festival, sepertiFestival Garam, tetapi mampu menjembatani komunikasi langsung antara petani dan pengambil kebijakan nasional.
“Dengan begitu, suara petani benar-benar didengar, bukan hanya dijadikan ornamen seremonial,” pungkasnya. (ara/waw)





