Pendataan Korban Gempa Sapudi Sumenep Terkendala Jarak Pemukiman

Pemerintahan80 views

KABAR MADURA | Pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi, Sumenep, masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya lantaran jarak antarpemukiman yang berjauhan serta kondisi geografis kepulauan tersebut. 

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, karakteristik wilayah Sapudi yang tersebar dan sulit dijangkau memperlambat proses asesmen kerusakan rumah warga. Namun, pihaknya memastikan pendataan tetap berjalan dengan maksimal.

“Jarak rumah dengan rumah yang lain jauh, itu salah satu yang agak sedikit memperlambat berkaitan dengan pendataan. Tapi kami berusaha maksimal agar segera selesai,” ujar Bupati Fauzi, Jumat (3/10/2025). 

Meski menghadapi hambatan teknis, Bupati Fauzi tetap optimistis seluruh proses asesmen dapat rampung dalam pekan ini. Setelah pendataan tuntas, pemerintah kabupaten akan segera beralih ke tahap rehabilitasi rumah warga yang rusak. 

Baca Juga:  Agus Dwi Saputra Resmi Dilantik Jadi Sekda Sumenep

Pemkab Sumenep saat ini tengah memfinalisasi skema bantuan rehabilitasi, apakah dalam bentuk uang tunai atau pembangunan secara gotong royong. Dana bantuan akan bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) dan BAZNAS.

“Paling tidak bantuan sudah masuk dulu. Untuk rehab, sedang kami rapatkan apakah nanti berbentuk uang atau dibangunkan secara gotong royong,” jelasnya.

Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 terjadi pada Selasa (30/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya menyampaikan bahwa gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi titik gempa berada di sekitar perairan Pulau Sapurdi atau sisi tenggara laut yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Sumenep.

Data terbaru BPBD Sumenep menunjukkan, sebagian besar kerusakan rumah warga masuk kategori ringan dan sedang. Rinciannya rusak ringan 130 unit, rusak sedang 133 unit, rusak berat: 101 unit dan rusak sangat berat: 10 unit 

Baca Juga:  Bupati Sumenep Pastikan segera Gelar Mutasi Jabatan-Jabatan Strategis

Sementara kerusakan fasilitas publik dan sarana pendidikan juga tercatat cukup signifikan, meski mayoritas dalam kategori ringan hingga sedang. Yakni tempat ibadah: 10 rusak ringan, 9 rusak sedang, 3 rusak berat dan fasilitas pendidikan: 4 rusak ringan, 2 rusak sedang, 1 rusak berat 

Untuk memastikan distribusi bantuan tidak terhambat, pemkab telah mengerahkan tujuh tim gabungan yang terdiri dari BPBD dan sejumlah instansi terkait. Tim ini bertugas menyalurkan bantuan logistik ke wilayah terdampak di Kecamatan Gayam dan Nonggunong. 

Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sambil menyiapkan program pemulihan jangka menengah. 

“Kami ingin tidak ada satu pun masyarakat yang terabaikan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama,” tegas Bupati Fauzi. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *