Serap Aspirasi Bupati Pamekasan dengan Perkasa dan Ikasa Kristalkan 4 Poin Penting!

KABAR MADURA | Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Kabupaten Pamekasan merealisasikan program kerjanya. Yakni, serap aspirasi bupati Pamekasan bersama Perkasa dan Ikatan Kepala Desa (Ikasa) di 13 kecamatan se-Pamekasan.

Sebagai tindak lanjut usai dilantik pada 30 Juli 2025 lalu, Perkasa Pamekasan memulai program kerja tersebut di Kecamatan Palengaan, Sabtu (4/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Perkasa Pamekasan H. Moh Tamyiz menyampaikan empat poin urgen yang perlu jadi atensi para pengurus Ikasa. Pertama, pentingnya soliditas Kades se-Kabupaten Pamekasan untuk membangun kabupaten tercinta.

Kedua, keterlibatan desa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan hasil produk desa bisa terserap pada kegiatan MBG.

Baca Juga:  Lepas 1.384 Jemaah Haji 2026, Bupati Pamekasan: Jangan Utamakan Sunnah hingga Sakiti Orang Lain

Ketiga, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman akan memperjuangkan Penghasilan Tetap Perangkat Desa (Siltap). Siltap sendiri lazimnya dibayarkan setiap bulan dan bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) yang berasal dari APBD dan Dana Alokasi Umum (DAU) APBN.

“Regulasinya akan dibayar tiap bulan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja aparatur desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” terang Tamyiz.

Keempat, para Kades diharapkan dapat menjaga kondusifnya keamanan di Kabupaten Pamekasan. Sebab, keamanan menjadi kunci dalam memajukan suatu daerah.

Selain Bupati KH. Kholilurrahman, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati H. Sukriyanto, Forkopincam Palengaan, san Kades se-Kecamatan Palenggaan. Termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Rektor UIN Madura Nilai Setahun Kepemimpinan Bupati Pamekasan Mulai Akomodasi Peran Akademisi

Komitmen Bupati Bangun Pamekasan dari Desa

Di tengah-tengah serap aspirasi, Bupati Kholil menyampaikan bahwa pemerintah desa memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Pemerintah desa memiliki hak otonom merealisasikan programnya, termasuk program yang turun langsung dari pemerintah pusat.

“Desa merupakan unit pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga tidak heran jika kepala desa menjadi ujung tombak, bahkan ujung tombok, karena sering nomboki,” katanya.

Kiai Kholil menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk membangun Pamekasan dimulai dari desa. Karena, ketika sebuah desa di daerahnya maju, otomatis Pamekasan juga akan maju. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *