SRT Sumenep Akan Bangun Gedung senilai Rp200 Miliar meski Siswa Baru di Bawah 100

Pendidikan73 views

KABAR MADURA | Pembangunan gedung sekolah rakyat terintegrasi atau SRT di Sumenep diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Meski begitu, saat ini jumlah peserta didiknya belum mencapai 100 orang. Proyek ambisius ini akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektar yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengungkapkan bahwa lahan untuk pembangunan SRT telah diserahkan kepada pemerintah pusat jauh sebelum program Sekolah Rakyat dimulai. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan daerah dalam mendukung program strategis nasional di bidang pendidikan.

“Sudah diserahkan lahannya kepada pemerintah pusat. Insyaallah nanti akan dibantu (pembangunannya, red),” ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, saat ini kegiatan belajar mengajar SRT di Sumenep masih berlangsung di bangunan sementara SKD Batuan. Pembangunan gedung permanen akan dimulai setelah proses perencanaan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat selesai.

“SKD ini adalah tempat sementara, sambil menunggu pembangunan sekolah rakyat yang akan dibangun di atas lahan 10 hektar,” jelasnya.

JJS Kabar Madura

Sebagai informasi, sekolah rakyat terintegrasi 49 di Sumenep resmi dibuka pada Selasa (30/9/2025). Tahun ini, jumlah peserta didik baru belum mencapai 100 siswa, yaitu sebanyak 96 orang, terdiri dari 50 siswa jenjang SMP dan 46 siswa jenjang SD. Meski demikian, Pemkab Sumenep tetap optimistis pembangunan SRT akan menjadi investasi besar untuk peningkatan mutu pendidikan di daerah. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *