KABAR MADURA | Memasuki musim pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas hujan di sejumlah wilayah tercatat cukup tinggi, sehingga risiko bencana pun meningkat.
Plt. Kepala BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menyampaikan, sejumlah jenis bencana berpotensi terjadi seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi basah sebagai langkah mitigasi dan pencegahan sejak dini. Pemetaan itu didasarkan pada dokumen kajian risiko bencana (KRB) yang telah disusun.
“Jika kita berbicara soal iklim atau cuaca, maka statusnya ada siaga dan tanggap darurat, serta ada pasca. Sekarang, Pamekasan berada di fase pancaroba. Ini sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya,” ungkap Dofir, Jumat (31/11/2025).
Dari hasil pemetaan itu, jenis bencana yang berpotensi terjadi saat ini meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dofir menjelaskan, wilayah yang rawan tanah longsor umumnya berada di bagian utara Kabupaten Pamekasan, seperti Kecamatan Batumarmar, Waru, Kadur, hingga Pegantenan.
Sementara itu, potensi banjir sering terjadi di wilayah Pademawu, Palengaan, dan Kecamatan Pamekasan. Adapun angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah kabupaten.
“Untuk penanganan potensi bencana hidrometeorologi basah ini, kami sudah mulai menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, penguatan SDM, logistik, dan tentu juga nanti kita akan menyiapkan posko ketika status sudah siaga,” paparnya. (nur/zul)





