KABAR MADURA | Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Bie Queen akhirnya keluar. Menu MBG dari dapur ini sebelumnya diduga menjadi penyebab 9 siswa SD Negeri Toronan 1 mengalami keracunan pada Rabu (15/11/2025) lalu.
Berdasarkan hasil uji lab, ditemukan bakteri bacillus cereus dan jamur pada sampel makanan yang menyebabkan gejala keracunan. Mikroorganisme ini biasanya muncul akibat makanan yang tidak higienis atau penyimpanan yang tidak sesuai standar.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menekankan, pihak SPPG harus memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan. Selain itu, dia menyoroti keberadaan ahli gizi di setiap dapur MBG, yang menurutnya sangat penting untuk memastikan asupan MBG sesuai ketentuan.
“Sepertinya, semua SPPG masih ada yang tidak memiliki ahli gizi. Ini perlu menjadi evaluasi khusus, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali,” terangnya, Selasa (4/11/2025).
Halili menambahkan, sejauh ini legislatif belum memiliki kewenangan teknis terkait pengelolaan MBG. Meski demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait sebagai bentuk sinergi pengawasan terhadap program MBG, terutama setelah pembentukan satgas MBG.
“Saat ini, realisasi program MBG rasa-rasanya sudah mulai stabil, artinya tidak ada kasus-kasus keracunan lagi. Namun, perlu diingat, segala persyaratan dari dinas tetap perlu dipenuhi oleh semua SPPG,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Bie Queen, Vicky Handika, belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait hasil uji laboratorium tersebut. (nur/zul)





